Kapan saat paling tepat untuk mulai berpikir tentang Tuhan?

8 Sep 2018 | Kabar Baik

Jika kemarin kita memetik pelajaran tentang berbahayanya rasa iri hati, hari ini, dalam perumpamaan Kerajaan Allah yang dibawakan Yesus, kita belajar tentang bagaimana cara ?berpakaian yang baik?.

Yesus mengemukakan sebuah perumpamaan. Begini katanya,

“Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya? (lih. Mat 22:2)

Raja itu mengundang orang-orang terpilihnya untuk datang ke dalam pesta. Tapi sayangnya, pesta yang sejatinya amat meriah dan wah itu kosong melompong karena para tamu undangan tidak ada yang datang.

Mereka sibuk dengan urusannya masing-masing bahkan yang membuat Sang Raja geleng-geleng, para hamba pengundang itu dibunuh oleh mereka!

Raja pun marah dan membakar kota itu lalu memaksa siapapun untuk hadir ke pestanya baik itu orang jahat maupun orang baik.

Ketika semua sudah masuk dalam pesta, Raja melihat ada yang tak berpakaian pesta. Ia lantas mengambil hambaNya untuk mengikat orang yang tak berpakaian pesta itu, membawanya keluar dan menghukum.

Kenapa ia dihukum? Karena ia tak mengenakan pakaian pesta.

Allah adalah Raja yang mengundang kita untuk masuk dalam karya keselamatanNya. Kita pun harus melayakkan diri supaya saat kita telah benar-benar masuk, kita tak diusir dan tak pula dihukumNya.

Dalam konteks pesta, sikap itu adalah tentang bagaimana mengenakan pakaian pesta. Dalam konteks iman, adalah tentang bagaimana kita mengenakan aturan dan hukum Allah sebagai satu-satunya jalan hidup yang kita tempuh.

Persoalannya sekarang adalah, kapan waktu paling tepat untuk mulai melayakkan diri dan mengenakan ?pakaian pesta? itu?

Kalian mungkin sering mendengar cerita klasik ini:

Seorang kaya-raya menolak untuk aktif ke Gereja dan terlibat dalam pelayanan. Alasannya sibuk kerja, membanting tulang untuk keluarga. Ketika ditanya kapan akan mulai aktif dalam pelayanan, alasannya, ?Nanti-nanti saja kalau sudah tua!?

Mendengar jawaban seperti itu, secara spontan kita biasanya mengomentari, ?Ya kalau kamu dikasih umur sampai tua, kalau tidak bagaimana? Kalau kamu mati muda??

Hal itu benar sekali!

Tapi ijinkan aku memberikan alternatif cara pikir yang agak berbeda yang semoga juga tetap bisa dibenarkan setidaknya oleh kalian.

Bagiku, persoalan tentang kapan mengenakan ?baju pesta?, tentang kapan mulai hidup dalam aturan dan hukum Allah? itu bukan hanya soal sampai kapan kita dikasih umur tapi justru soal sejak kapan kita diberi hidup!

Kenapa?

Konsep Kerajaan Allah tidak hanya berlaku saat kita nanti mati saja! Kerajaan Allah dimulai jauh sebelum kita lahir jadi kapan saat terbaik untuk ?mengenakan baju pesta? ya sesegera mungkin sejak kita lahir. Bukan karena kita tak tahu kapan waktunya mati, tapi lebih daripada itu, justru karena kita tahu sejak kapan kita dicintaiNya.

Jadi kapan mulai mengenakan ?baju pesta??

Sekarang juga karena kita telah dicintai sejak kita belum ada, gak perlu nanti-nanti, gak perlu main hitung-hitungan kapan kita mati!

Sydney, 8 September 2018

Jangan lupa isi?Survey Kabar Baik 2018. Hasil isian kalian dalam survey tersebut sangat mempengaruhi bagaimana pola tulisan dan distribusi renungan Kabar Baik ini akan berkelanjutan.?Klik di sini?untuk informasi selengkapnya!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.