Kamu ‘Anak De Britto’? Lantas kenapa?

3 Mei 2017 | Cetusan

Pertengahan Mei 1996.
Tinggal aku dan beberapa gelintir kawan sesama penghuni Asrama Wisma Ampel 2 yang masih menunggu di kursi depan ruang tamu hingga larut malam. Yang lainnya, yang sudah yakin lulus, sudah masuk kamar dan tidur.

Kami-kami ini saja, yang merasa ‘belum masuk zona aman’ yang masih ketar-ketir menanti kalau-kalau Romo Yudho (Rm Yudho Murtikusumo, SJ – Romo pamong SMA Kolese De Britto Yogyakarta 1996) datang dan memberi tahu bahwa kami tak lulus karena sebelumnya memang diberitahukan kepada para siswa bahwa bagi mereka yang tak lulus, romo akan datang menyambangi rumah/kost/asrama untuk menyerahkan surat tanda ketidaklulusan itu.

Pukul 12 malam berlalu, kami saling berpelukan, “Akhire lulus, Su!” Kami berbahagia.

Tapi kebahagiaan itu tak berumur lama. Beberapa hari kemudian, saat kedua orang tuaku dan Chitra, adikku, datang ke Jogja untuk menghadiri acara malam pelepasan wisuda para siswa SMA Kolese De Britto Yogyakarta, uniknya aku malah merasa sedih karena harus secepat itu meninggalkan kampus sekolah yang telah mengubah begitu banyak hal dalam hidupku.

Kalau kalian pernah membaca halaman ‘Tentang DV‘ yang panjang itu, aku menuliskan bagaimana sedihnya perasaanku malam itu,

Hal yang teringat hingga kini, malam sesudah perayaan kelulusan, di dalam mobil yang dikendarai alm. Papaku, aku menggumam perlahan, ?Aku cah JB (John de Britto)!?

***

Kenangan tentang kelulusan di atas kembali menyeruak malam ini setelah melihat di linimasa Facebook, bagaimana adik-adik angkatan 2017 telah dinyatakan rampung dan lulus dari pendidikan di kampus Jl Laksda Adisucipto 161 itu.

Agak iri juga karena jamanku dulu belum ‘model’ lulus lalu long march ke Tugu Jogja dan nyanyi mars yang kami banggakan.

Waktu kelulusanku dulu paling banter ya cuma corat-coret baju seragam lalu konvoi ke Stece (SMA Stella Duce 1, sekolah khusus cewek di Jogja), main ke rumah teman lalu sudah…

Melalui tulisan ini aku ingin berpesan beberapa hal yang semoga benar dan bisa didengar.

#1 Move on!

Hal paling absurd kurasakan setelah lulus dari De Britto adalah perasaan masygul nan galau karena merasa baru saja melewati masa-masa pendidikan terbaik dalam hidup.

“Lalu ngapain selanjutnya?” itulah pertanyaan yang paling kerap muncul.

Tapi karena hidup ini terus bergulir, lekas-lekaslah move on!
Saatnya untuk terjun ke masyarakat dimana Tuhan menempatkanmu! Jangan terlalu membandingkan mereka dengan kawan-kawanmu di De Britto dengan sedikit-sedikit berujar, “Ah, enakan waktu di De Britto!” atau “Ah, enakan ngumpul dengan temen-temen De Britto saja!” karena kalau pola pikirmu seperti itu, sejatinya pendidikan De Britto yang kamu enyam barusan tidak tampak berhasil tertanam di dalam jiwamu. Seorang ‘Anak JB’ haruslah mampu memilah secara bebas mana yang terbaik dan apakah yang menjadi kebaikan dari sikap seorang yang nggak bisa move on?

#2 Iya iya, kamu Anak De Britto! Tapi bisamu apa?

Kamu diterima kuliah dan kamu masih belum bisa move on! Dikit-dikit membanggakan almamater hingga akhirnya ada seorang gadis manis seangkatan dengan polos bertanya, “Iya.. iya.. kamu anak De Britto! Tapi bisamu apa?”

Yup! Kalau bisamu cuma berkoar-koar tentang identitas tanpa disertai prestasi dan attitude yang baik apa itu tidak memalukan? Berprestasilah dan bersikaplah yang terbaik sehingga orang-orang akan semakin melibat bahwa De Britto itu tak hanya bagus mutu sekolahnya tapi juga kualitas alumni-alumninya yang perkasa!

#3 Aktiflah di Paguyuban Alumni

Ingatlah penggalan mars yang kita cintai itu berbunyi begini,

“Ayolah Putra SMA De Britto kuatkanlah hubunganmu, selalu tetap bersatu dengan semua kawanmu!”

Jadi bersatulah!
Tak hanya dengan kawan-kawan senangkatanmu tapi juga dengan kakak-kakak dan adik angkatanmu nanti. Bersatulah juga dengan almamater dalam artian sediakan waktu dan dayamu untuk membantu sekolah yang telah membantu kita menjadi seperti sekarang ini!

Bergabunglah juga ke grup FB atau jangan menolak ketika diundang masuk ke grup percakapan di WA atau Telegram. Sesekali juga boleh berkunjung ke debritto.net, kakakmu yang superblogger nan tampan ini, dibantu beberapa kawan lain yang juga kakak angkatanmu telah bersusah payah membangun dan menghidupinya.

#4 Berbisnis dengan sesama anak JB? Nanti dulu…

Kamu boleh selalu bersatu dengan semua kawanmu sesuai mars, tapi persatuan tak melulu dikaitkan dua hal berikut.

Pertama, kamu tak perlu menikahi sesama kawanmu di SMA De Britto Yogyakarta :) Kedua, kamu tak harus selalu berbisnis dengan sesama alumni!

Yang pertama nggak perlu dibahas, tapi yang kedua perlu! Mikirnya sederhana, berkawan dengan sesama alumni De Britto itu, lebih banyak senang daripada sedihnya. Kita bisa gila-gilaan seperti dulu! Nah, mengingat betapa menyenangkannya, masa kalian tega mencederainya hanya karena kita tak bisa mendapatkan apa yang kita harapkan dari berbisnis dengan sesama alumni?

Salah satu kawanku, sesama alumni JB pernah mencoba menghubungi kawan lain yang juga alumni JB untuk menggunakan layanan bisnisnya. (Aku tak perlu menyebutkan apa dan siapa. Anak JB dilarang kepo!)

Kawanku kecewa dengan layanan bisnisnya karena harapannya untuk mendapatkan service terbaik dari bisnis terbaik yang dijalankan oleh alumni dari SMA yang juga terbaik tak kesampaian.

Sebaliknya, alumni JB yang digunakan layanan bisnisnya juga tak mendapati harapannya terpenuhi karena ia berpikir karena sesama anak JB, layanannya dibikin santai saja karena sesama teman kan yang penting ya pertemanan bukan jasa bisnis yang ditawarkan! Alhasil keduanya tak lagi akrab dan kalau seperti ini, bukankah kata-kata dalam mars tentang persatuan para alumni jadi tak kesampaian?

Tapi meski demikian hal ini tentu tak berlaku secara general, secara gebyah-uyah. Banyak contoh dua atau lebih alumni JB yang saling berbisnis dan aman-aman saja. Aku adalah contohnya!

Tujuh belas tahun lalu, bersama empat kakak angkatan JB, aku berhasil membangun perusahaan yang hingga kini, meski aku sudah tak ada di dalamnya, masih berdiri megah dan kian gagah!

Setahun silam pun aku membangun perusahaan yang berbeda lagi dengan sesama angkatan 96 dan hingga detik ini baik-baik saja!

Jadi, selamat atas kelulusan kalian! Temukan jalan hidupmu sendiri dan kutunggu cerita suksesmu! Tuhan memberkati!

*foto oleh Krispatje

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.