Kamu Ahoker dan belum bisa move on? Baca ini!

10 Agu 2018 | Cetusan

Kamu Ahoker? Sama, aku juga!

Kamu belum bisa move on karena Jokowi memilih Ma’ruf Amin jadi calon wakilnya? Beda!

Aku udah move on sejak sesaat setelah aku tahu Jokowi tak memilih Mahfud MD pada detik-detik akhir menjelang pengumuman kemarin.

Catatan di bawah ini barangkali bisa membantumu untuk bisa move on.

  1. Lewat secarik kertas yang konon dikirim dari balik jeruji penjara, Ahok meminta para loyalisnya untuk menyukseskan Jokowi supaya menang dalam Pilpres 2019. Kamu dan aku termasuk loyalisnya, kan?
  2. Memilih Ma?ruf Amin bukan berarti bahwa Jokowi mengkhianati Ahok! Ahok nggak memusuhi Ma?ruf Amin meski mungkin mereka juga tidak berteman akrab. Adanya anggapan bahwa Ma?ruf Amin ikut membuat Ahok berada dalam pusaran masalah waktu itu juga tak bisa diartikan begitu saja bahwa Ahok akan merasa dikhianati ketika Jokowi memilihnya.
  3. Memilih Ma?ruf Amin juga bukan berarti bahwa Jokowi menganggap Ahok jadi pion yang dikorbankan! Aku percaya Jokowi memilih Ma?ruf Amin menjadi wakil itu pada detik-detik terakhir sebelum pengumuman, sedangkan Ahok dipenjara tahun lalu? Kalaupun ada kaitan antara Ma?ruf Amin dan dipenjaranya Ahok, anggapan bahwa Jokowi mengkhianati Ahok tetap tak bisa kumasukkan ke dalam akal karena waktunya berbeda. Apa iya korban jatuh dulu (Ahok dipenjara) setahun sebelum ?pengkhianatan? terjadi kalau memang pemilihan cawapres dianggap sebagai pengkhianatan?
  4. Memilih Ma?ruf Amin bukan berarti bahwa Jokowi memainkan isu agama dalam meraih kemenangan untuk periode kedua jabatannya. Justru menurutku Jokowi berusaha untuk meredam permainan isu agama dengan menaruh pemuka agama sebagai wakilnya. Pertanyaanku sekarang, apakah dengan menaruh pemuka agama sebagai wakil maka ia otomatis bisa kita anggap memainkan isu agama?
  5. Kalau Jokowi berpihak pada Ahok, ia pasti memilih Ahok jadi cawapresnya! Jokowi barangkali berpihak ke Ahok tapi ia lebih berpihak pada hukum dan konstitusi. Ada aturan yang menyebutkan bahwa mantan narapidana yang pernah terbelit kasus dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara tak bisa lagi dicalonkan baik jadi presiden, wakil presiden bahkan menteri. (Link di sini) Ahok taat konstitusi, adakah kamu tega mendesak sahabatnya yang bernama Jokowi itu untuk tak taat dan menabraknya?
  6. Golput ah! Eitssss! Mau golput sih bebas Bro and Sis tapi baca ulang poin pertama di atas. Aku punya satu statement ciamik dari seorang Frans Magnis Suseno. Pastor Yesuit itu menyebut bahwa Pemilu diadakan supaya yang terburuk tidak berkuasa. Silakan berhitung mana yang terburuk, Jokowi dengan Ma’ruf Amin atau kubu sebelah lalu pilihlah yang terbaik.

Jadi masih mau golput?

Salam Cepret,

 

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.