Kalau Tuhan sudah tahu apa yang kita perlukan kenapa kita tetap harus berdoa?

20 Feb 2018 | Kabar Baik

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
(Matius 6:7-8)

Semoga kalian tak sepertiku, karena dulu aku pernah menggunakan sabda Yesus di atas sebagai dalih untuk tidak berdoa. Waktu itu aku berpikir justru karena Tuhan sudah tahu apa yang kuperlukan sebelum meminta, kenapa aku masih harus berdoa?

Tapi pada akhirnya aku sadar, doa tak hanya tempat untuk meminta. Doa adalah sarana komunikasi dengan Bapa di surga. Selain itu aku juga tercerahkan bahwa cara menerjemahkan Kabar Baik karya Matius ini ini adalah tentang bagaimana Yesus dalam konteks waktu itu mengkritik praktek doa yang bertele-tele. Jadi kalau lalu kita menanggapinya dengan lebih baik tidak berdoa tentu salah besar!

Malah, dalam banyak contoh hidupNya, Yesus mengajarkan kita untuk tekun berdoa. Ia, seperti digambarkan keempat penginjil, sering mengambil waktu khusus untuk berdoa kepada BapaNya.

Bicara tentang doa, aku mencoba menganalogikan tentang bagaimana dulu aku berinteraksi dengan kedua almarhum orang tuaku saat meminta. Analogi ini tentu tak pas benar, tapi semoga memberi gambaran yang lebih ?masuk akal? tentang pentingnya meminta, pentingnya berdoa?

Ketika ingin beli mainan, aku meminta kepada Papa dengan ?bahasa? yang tepat. ?Pa, nanti kalau abis gajian, aku boleh minta dibeliin mainan??

Papaku tak langsung mengiyakan meski seingatku Ia tak pernah menolak. Jawabnya selalu tersenyum dengan beberapa patah kata semisal, ?Ya, nanti kita lihat ya??

Seminggu sebelum tanggal gajian, giliran Mama yang kuberi tahu. ?Ma, aku sudah matur ke Papa kalau pas Papa gajian nanti aku minta dibeliin mainan??

Beda dengan Papa, Mama biasanya lebih detail bertanya tentang mainan yang kuinginkan hingga pertanyaan yang paling menyulitkan untuk dijawab, ?Mainanmu kan udah banyak, buat apa beli lagi??

Sambil menunggu tanggal gajian benar-benar tiba, aku tak mengulang-ulangi permintaanku. Lebih baik aku berjuang keras menunjukkan bahwa aku adalah anak baik yang layak untuk mendapatkan apa yang kupinta. Belajar tekun, menunjukkan hasil belajar yang baik termasuk tidak melanggar aturan-aturan yang mereka bikin serta membaik=baiki adik kandung satu-satunya, Chitra.

Ketika hari gajian tiba tapi ternyata Papa dan Mama tak memberikan? Kecewa itu pasti tapi tak berkepanjangan. Tak jadi soal karena mereka pasti punya alasan yang kuat untuk tak memberi?

Jadi?
Berdoalah! Meski jangan bertele-tele, tetaplah berdoa dan jangan seadanya apalagi sekenanya! Pergunakan waktu yang biasa digunakan untuk men-tele-tele-kan doa untuk dipakai berusaha menunjukkan bahwa kita memang layak menerima pengabulan permintaan itu. Tapi kalaupun yang diminta ternyata tidak atau belum dikabulkan ya berarti itu bukan yang terbaik dariNya untukmu. Kalem, sabar dan pasrah?namanya juga minta, kan? Nggak ngrampok?

Sydney, 20 Februari 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.