Kalau RahasiaNya tidak diberikan pada orang bijak dan orang pandai lalu apa gunanya menjadi bijak dan pandai?

17 Jul 2019 | Kabar Baik

Setelah mengutuk kota-kota yang belum bertobat meski sudah menerima begitu banyak mukjizatNya, Yesus dalam Kabar Baik hari ini bersyukur kepada Bapa, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.? (lih. Mat 11:25)

Orang kecil, orang bijak dan orang pandai

Kira-kira kenapa ya Yesus berkata begitu?

Mungkin? mungkin karena Yesus menyatakan hal itu di depan orang-orang yang mengelilingiNya yang kebetulan adalah orang-orang kecil, bukan petinggi, bukan pejabat, bukan orang bijak dan orang pandai.

Hal ini konsisten dengan apa yang Ia lakukan; memilih para murid dari kalangan ?menengah? dan bukannya dari kalangan para petinggi agama.

Tapi bisa jadi kemungkinan ini salah, namanya juga prakiraan ;) Yang paling tahu tentu Tuhan, kan?

Lagipula, Tuhan itu kan Maha Kuasa. Kalau Ia mau, Kabar Baik Keselamatan Allah bisa juga disampaikan pada siapa saja termasuk orang bijak dan orang pandai., nggak harus orang kecil lho!

Bijak dan pandai, penuh dan terisi

Maka kemungkinan kedua, kenapa Yesus tidak menyatakan rahasiaNya kepada orang bijak dan orang pandai adalah karena mereka terkadang sudah merasa cukup dengan apa yang ia ketahui dan alami. Orang-orang yang merasa bijak dan pandai seperti itu akan cenderung tidak mau lagi menerima hal-hal baru dari lingkungannya.

Ibarat gelas, karena sudah penuh, ia tak bisa diisi air lagi. Ibarat orang kenyang, karena sudah makan tiga mangkok mie instan, meski di depannya ada sate kambing khas Samirono Jogja tetap saja tak mau makan karena perut sudah tak ada rongga lagi untuk menerima.

Tapi kalau demikian, apakah salah menjadi orang bijak dan orang pandai?

Tentu tidak! Kita diberi akal budi untuk menjadi semakin pandai dan semakin bijak dalam hidup.?

Pernah suatu waktu dulu aku diundang jadi pembicara dalam sebuah persekutuan doa. Sekian lama mempersiapkan diri dengan materi-materi yang hendak kubawakan, mendadak lima menit sebelum naik ke mimbar aku merasa ?down.?

Kenapa?

Karena seorang pastor senior yang dikenal begitu banyak orang tiba-tiba duduk di antara umat yang hadir. Aku grogi, aku panik. Takut apa yang kubawakan nanti dinilai salah?

Sebelum naik ke mimbar, akhirnya aku menghampiri pastor tersebut, berlutut di depannya dan memintanya berkat.

Puji Tuhan semua selesai dengan baik. Seusai acara aku menghampiri pastor itu. Aku tidak bertanya bagaimana materi yang kubawakan karena aku tak berani mempertanyakannya. Aku bertanya padanya satu hal, ?Romo, kenapa romo datang? Romo kan sudah tahu semua apa yang saya bicarakan??

Jawabnya menyejukkanku. ?Saya datang justru karena saya ingin belajar lebih banyak dari kamu. Materi yang kau bawakan tentu sudah kupahami tapi siapa tahu Tuhan menggunakanmu untuk memberikanku sudut pandang yang baru, kan?? Ia tersenyum seraya menepuk pundakku.

Rendah hati, rendah diri

Romo senior tadi menurutku adalah sosok yang bijak, sosok yang pandai tapi kepadanya Tuhan selalu berkenan memberikan nilai-nilai baru.

Kuncinya? Ia rendah hati kepada sesama, ia merendahkan diri di hadapan Tuhan.

Coba kalau romo tadi tak rendah hati, ia tentu tak sudi datang ke acaraku karena siapalah aku ini, awam yang hanya pandai bicara saja! Tapi hatinya lembut. Ia membuka peluang siapa tahu aku bisa memberinya sudut pandang baru tentang materi yang sudah dihapalnya luar kepala itu.

Darimana datangnya kerendahan hati? Dari caranya memposisikan diri di mata Allah. Ia merendahkan diri di hadapan Allah. Meski bijak dan pandai, ia tetap merasa bahwa dirinya tak ada apa-apanya dibanding kuasa Tuhan yang ?Maha?.

Oleh karena itulah Tuhan tak pernah berhenti untuk terus memperkayanya. Ia semakin bijak, ia semakin pandai. Kebijakan dan kepandaiannya tak ada yang sia-sia karena dibangun di atas pondasi kokoh yang setia pada Yang Maha Memberi.

Bagaimana dengan kita?

Sydney, 17 Juli 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.