Kalau berani jangan golput!

11 Agu 2018 | Kabar Baik

Perumpamaan yang dibawa Yesus hari ini tak beda jauh dengan perumpamaan hari lalu. Kalau sebelumnya Ia bicara tentang jerami yang dipisahkan dari gandum, hari ini Yesus mengemukakan bagaimana ikan baik akan dipisahkan dari yang tidak baik?(lih Mat 13:47-53).

Artinya, saat akhir zaman nanti orang-orang benar akan dipisahkan dari yang tidak benar.

Tapi tak bisakah kita mengambil sudut pandang lain dan makna baru selain hal tersebut? Tak adakah nilai praktis yang bisa kita terapkan dalam hidup keseharian?

Tentu ada!
Yang pertama adalah bagaimana kita senantiasa berusaha menjalankan kehendakNya sehingga kita nantinya dibenarkan.

Yang kedua, sebagai makhluk yang secitra denganNya, kita juga bisa melakukan prinsip memisahkan mana yang baik dan mana yang tidak baik berpatokan pada kebenaranNya.

Apa yang diperlukan untuk itu? Dua hal, kemampuan dan keberanian untuk mengambil keputusan.

Semampu-mampunya kamu mengenali mana yang baik dan yang tak baik jika tak didukung keberanian untuk memisahkan, hal itu tak kan berarti.

Seberani-beraninya kamu memutuskan jika tak bisa mengenali secara benar mana yang baik dan tak baik, tak bisa pula dibenarkan.

Seperti yang kita tahu sejak kemarin dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden telah dirilis resmi oleh dua kubu koalisi. Senang, sedih, bangga, kecewa muncul mewarnai perasaan kita. Lalu sebagai orang Katolik bagaimana kita menyikapinya?

Apapun jenis perasaan yang muncul haruslah itu tidak mempengaruhi kita untuk mampu dan berani memutuskan mana yang paling baik dan mana yang tidak.

Jangan hanya karena senang dengan calon yang selama ini kita unggul-unggulkan maka kita lantas tak menghiraukan potensi pasangan sebelah. Jangan pula hanya karena kecewa dengan calon wakil presiden yang diusung lalu kita berpaling dari pemilihan alias golput!

Golput memang dimungkinkan tapi adakah itu benar? Mari kita bijak melihat hal ini dari sudut pandang yang ditulis Kabar Baik hari ini, memilih adalah memilahkan yang buruk dari yang baik. Tidak memilih barangkali sama dengan membiarkan ikan jadi tak terpilahkan karena engkau tak hirau untuk memutuskan mana ikan baik dan mana ikan buruk.

Tapi lebih baik golput daripada memilih yang sama-sama buruknya, Don?

Tidak! Lebih baik memilih yang terbaik karena tak ada dua hal yang benar-benar sama buruk-baiknya.

Berani? Kalau berani jangan golput!

Sydney, 11 Agustus 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.