Kabar Baik Vol. 97/2017 – Tentang ZN dan keruntuhan iman kristiani kita

7 Apr 2017 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini, 7 April 2017

Yohanes 10:31 – 42
Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.

Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”

Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”

Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?

Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah?sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan?, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”

Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.

Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.

Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.”

Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

Renungan

Salah satu sabda Yesus ‘terfavorit’, bagiku adalah yang ditulis Yohanes hari ini, “Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”

Aku membayangkan bagaimana sabda ini ‘berbicara’ sama ketika aku mengajarkan matematika kepada anakku.

Anakku tak percaya 2+2 adalah 4 karena baginya memang bukan empat. Aku tenang saja. Tak hendak memaksakan pendapat karena hal itu hanya akan menjadi kesia-siaan. Lalu lain hari kami pergi ke supermarket. Aku meminta dia untuk memasukkan dua buah apel dan dua buah jeruk ke dalam keranjang belanja. Aku memintanya untuk menghitung berapa total buah yang ada di sana.

“Empat!” jawabnya.
“Tahu darimana?” tanyaku memancing.
“Dua buah apel dan dua buah jeruk!”

“Jadi, 2+2 hasilnya?”
Ia tersenyum lalu bilang, “Empat!”

Sejak saat itu, ia percaya bahwa 2+2 adalah 4.

Kepercayaan pada Yesus itu tak bisa dipaksakan semata karena tak semua orang tahu bahwa Ia melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa. Untuk itulah Yesus dengan bijak menganjurkan supaya kita makin mengetahui dan mengerti pekerjaan-pekerjaan Bapa karena dengan demikian kita juga akan semakin tahu dan mengerti bahwa Bapa ada di dalam Yesus dan Yesus ada di dalam Bapa.

Hari-hari ini kita dibuat gaduh dengan kedatangan seorang tokoh, ZN namanya. Dalam dunianya, Ia dikenal sebagai cendekia yang amat memahami bagaimana mempertahankan imannya dan bagaimana pula menjatuhkan kepercayaan agama-agama lain termasuk iman Kristiani kita.

Aku pernah sekali menyaksikan di Youtube bagaimana ia beraksi. Gayanya amat meyakinkan, ulasannya menggigit seolah tak terbantahkan karena ia menggunakan ayat-ayat Alkitab untuk meruntuhkan kebenaran-kebenaran ayat-ayat lain yang juga ada di dalam Alkitab.

Konon banyak orang-orang kristiani yang diundang ke acaranya, diajak berdebat dan ditantang kalau kalah maka ia harus mengakui kekalahannya dengan masuk ke dalam agamanya saat itu juga.

Sebagian mengatakan konyol, tapi bagiku tidak karena setiap orang punya hak untuk memeluk ataupun meninggalkan, menyanjung ataupun mengencingi iman kepercayaan mereka masing-masing.

Sebagian lain mengatakan iman mereka landai karena hanya diajak debat lalu menyerah kalah. Tapi kukatakan pada kalian bukankah ada juga sebagian dari kita yang landai imannya ketika menghadapi klien yang tiba-tiba memberikan uang suap supaya proyeknya didahulukan?

Adalah lebih baik bagi kita untuk tak ambil peduli terhadap orang-orang seperti ZN dan terhadap gangguan-gangguan yang lainnya bukan karena takut iman kita tak kuat tapi lebih karena kita punya tugas yang belum selesai yaitu menyibukkan diri secara nyata untuk terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan Allah sehingga kita semakin mengerti dan mengetahui hakikat bahwa Bapa ada di dalam Yesus dan Yesus di dalam Bapa.

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.