Kabar Baik Vol. 81/2017 – Sang Pembaharu, Sang Penggulung aturan-aturan lama?

22 Mar 2017 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini, 22 Maret 2017

Matius 5:17 – 19
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Renungan

Pernahkah kamu dibenci satu kalangan hanya karena kamu adalah seorang pembaharu?

Aku pernah dulu…
Karena diberi tugas untuk menjadi seorang pemimpin, aku lantas memutuskan untuk membuang semua yang sudah ada sebelumnya lalu mengganti dengan yang baru.

Orang-orang lama kubuang, kuganti dengan pengurus-pengurus baru yang kuanggap mengerti visiku. Aturan-aturan lama kusikat, hal-hal baru yang menurutku akan membangun dengan lebih baik kujadikan sebagai pedoman untuk diikuti anggota sejak aku mulai menjabat.

Alhasil?
Aku memang mendapat tepuk tangan kuat-kuat dari pendukungku tapi aku tak sadar bahwa tak semua orang-orang yang kupimpin adalah pendukungku. Mereka mulai mundur satu per satu karena caraku dianggap terlalu binal dan kasar, dianggap mencabut pohon seakar-akarnya hanya untuk memotong beberapa dahan dan ranting yang memang membusuk dan perlu diganti. Pada akhirnya aku lantas dilengserkan…

Sekian tahun lamanya aku tak bisa menerima kenyataan atas apa yang mereka perbuat kepadaku, pelengseran itu menyakitkan. Tapi setelah membaca Kabar Baik hari ini, aku menerima apa yang terjadi pada masa itu sebagai sebuah pembelajaran yang baik nan utuh, gratis meski seperti kubilang tadi, menyakitkan.

Yesus tentu sadar kedatanganNya sebagai ‘Pembaharu’ menimbulkan banyak pertanyaan dan kontradiksi di masyarakat. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Siapakah Dia?”, “Kenapa Ia meminta kita untuk mengikutiNya?”, “Apa yang salah dengan yang sudah ada?” hingga “Adakah Dia datang untuk menghilangkan Taurat dan mengganti dengan hukumNya?” pun jamak dikemukakan.

Tapi apa yang menjadi pesan Yesus seperti ditulis Matius hari ini seolah membungkam pertanyaan-pertanyaan itu. Bahwa Ia datang tidak untuk meniadakan Hukum Taurat yang sudah dipercaya dan jadi pedoman Yahudi.

Aku tak mau membahas secara prinsip tapi dari sisi kontekstual amatlah menarik. Yesus adalah Tuhan dan dengan keilahianNya, sebenarnya Ia mampu untuk mengilangkan Hukum Taurat sekalipun dan mengganti dengan hukum-hukumNya sendiri. Tapi Yesus tahu seberapa kuat ‘relasi’ antara masyarakat Yahudi dengan Hukum Taurat maka Ia pun meyakinkan bahwa “Satu iota pun, satu titik pun tidak!”

Padahal, di tempat lain dan di kesempatan lain, Ia menyatakan bahwa tak penting apa yang masuk ke dalam mulut orang melainkan yang keluar darinya yang menajiskan (bdk Matius 15:11) meski dalam Perjanjian Lama kita diharamkan makan babi karena berkuku belah (bdk Im 11:7).

Lho, apakah itu berarti kamu menganggap bahwa Yesus itu sebenarnya mengganti Hukum Taurat dengan hukum-hukumNya sendiri, Don?

Tentu tidak! Hukum Taurat adalah hukumNya sendiri pula karena ia berasal dari Allah yang mengutus nabi-nabi dulu menyampaikan Taurat. Menurutku persoalannya hanya pada penggambaran kata ‘menggenapi’ itu yang tidak kuketahui kedalaman maknanya karena bukankah Ia itu tak kan bisa kita selami sepenuh-penuhnya meski kita telah berusaha sehebat-hebatnya?

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.