Kabar Baik Vol. 63/2017 – Kamu sombong? Minum obat gih!

4 Mar 2017 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari ini, 4 Maret 2017

Lukas 5:27 – 32
Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”

Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.

Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;

Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

Renungan

Nggak ada orang yang senang dibilang sakit. Sakit itu tanda tak sehat, sakit itu tanda lemah.

Setiap kali kena flu, aku selalu menunda diri untuk minum obat. Alasannya, tak mau dianggap sakit. “Lagipula toh cuma flu? Nanti malam tidur pulas, besok juga sembuh!” demikian ujarku.

Sampai akhirnya tubuh terasa loyo, demam, leher sakit, pilek, batuk dan nyeri otot, baru deh menyerah, pergi ke dokter, minta obat lalu beristirahat sampai sembuh.

Hari ini Yesus dalam Kabar Baik, bicara lantang di depan para Farisi dan ahli Taurat, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

Yesus adalah tabib. Di tanganNya ada kuasa penyembuhan dosa bahkan untuk yang terkronis sekalipun. Tapi persoalannya sekarang, siapa yang dengan mudah mengaku diri sedang menderita ‘sakit dosa’? Siapa yang lantas mau menerima ‘obat’ darinya? Apalah gunanya obat termujarab kalau tak ada yang mengaku sakit atau tak ada yang mau meminumnya sama sekali, kan?

Orang-orang Farisi dan ahli Taurat itu, mereka sok yakin telah bersih dari dosa hanya karena mereka menekuni agama. Padahal sejatinya, justru kalau benar-benar menguasai agama, bukankah seharusnya mereka mengerti bahwa tak ada satupun yang sempurna selain Dia?

Kalau sakit flu tanda-tandanya mudah untuk ditengarai, mulai dari demam meninggi, pilek, radang tenggorokan hingga nyeri otot, bagaimana lantas kita bisa mengerti bahwa kita sedang berdosa? Apa tanda-tandanya?

Bagiku, mengetahui seseorang itu pendosa atau bukan jauh lebih mudah ketimbang mengetahui seseorang sakit atau tidak. Apabila seseorang itu adalah manusia dan ia hidup, ia pasti pendosa!

Kamu hidup? Kamu manusia? Kamu berdosa. Aku hidup, aku manusia, aku juga berdosa.

Nggak, Don! Aku selalu rajin berdoa, ke gereja. Mana mungkin berdosa?
Ih sombong! Minum obat gih!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.