Kabar Baik Vol. 64/2017 – Godaan

5 Mar 2017 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini, 5 Maret 2017

Matius 4:1 – 11
Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.

Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”

Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”

Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

Renungan

Ada tiga jenis godaan yang diberikan setan kepada Yesus, makanan, keangkuhan/kesombongan dan kekuasaan.

Kenapa tiga hal itu disodorkan kepadaNya?
Mudah saja… karena Yesus lapar setelah empat puluh hari berkuasa maka ia pasti butuh makanan. Juga karena Iblis tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah yang berkuasa atas segalanya maka ia ingin mencobai Dia dari sisi keangkuhan dan kesombongan diri. Yang terakhir ini perkara pengalaman! Iblis punya pengalaman ‘bagus’ dengan menggoda Hawa bahkan di taman yang letaknya di surga sekalipun! Jadi mungkin mereka pede aja untuk menggoda Yesus, coba-coba apa salahnya?

Seperti halnya Yesus digoda, hidup ini pun rentan godaan hingga sekarang.

Sayangnya kita lebih sering mengolok-olok ketika seseorang tergoda, sebaliknya, ketika kita yang digoda, sebisa mungkin kita menyembunyikan kelemahan kita itu dan menyangkal bahwa kita telah tergoda.

Seorang pemuka agama terpapar ke media karena petualangan cintanya dengan seorang wanita terungkap. Secara reflek, ia mengelak dan tak mengakui sedangkan kita, reflek juga sih, mengolok-oloknya. Padahal, apakah kita yakin akan bisa berlaku lebih baik ketika berada di posisinya? Atau sama saja?

Terjatuh itu menurutku wajar bagi kita, namanya juga manusia! Tapi belajar dari kejatuhan supaya kita tak lagi terjerembab di masa yang akan datang? Itu juga tak kurang manusiawi!

Apa yang bisa kita pelajari dari kejatuhan?
Yang paling utama adalah penyadaran diri bahwa kita ini ternyata lemah. Lalu yang kedua, setelah sadar kita ini lemah, kita perlu membuka diri untuk menerima Pihak Yang Lebih Kuat, yang tak meninggalkan ketika kita terpuruk, menopang ketika kita rapuh, menggendong ketika hampir ambruk dan terjatuh. Siapakah Dia? Entah bagi kalian, tapi bagiku ya Yesus! Dan keterbukaan untuk menerima Pihak Yang Lebih Kuat itu perlu kedewasaan berpikir dan kematangan untuk memutuskan bahwa aku akan memilih Yesus dan bukan yang lain!

Ah, gampang itu, Don! Kalau aku digoda iblis akan kutolak ia seperti Yesus menolaknya dulu! Toh Matius sudah menuliskannya dengan jelas dalam Kabar Baik hari ini.

Wah! Bagus! Tapi bagaimana rupa iblis itu? Bagaimana kalau rupa iblis itu tidak menyeramkan seperti di film-film horor tapi muncul dalam pilihan-pilihan yang sulit? Bagaimana kalau ia muncul dalam wujud sebuah mobil sport milyaran rupiah yang disodorkan klien secara cuma-cuma tapi dengan maksud tertentu di belakangnya? Bagaimana kalau ia muncul dalam wujud panggilan kencan dari mantan pacar yang akhir-akhir ini menghubungi lagi? Bagaimana pula kalau wajah iblis muncul dalam alasan-alasan logis untuk menjegal kawan sekerja hanya supaya kita dapat promosi jabatan lebih tinggi lagi?

Masih bisakah kamu menolak godaannya? Atau kamu akan berkelit dengan bilang, “Itu bukan iblis! Itu manusiawi!” Begitu? Ada baiknya kita berdoa, “Jangan masukkan kami dalam cobaan dan godaan tapi bebaskanlah kami dari yang jahat!”

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.