Kabar Baik Vol. 61/2017 – Aku dan Dunia. Tuhan dan Dunia

2 Mar 2017 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini, 2 Maret 2017

Lukas 9:22 – 25
Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

Renungan

Sekitar sembilan tahun lalu, saat awal-awal pindah ke Australia, aku pernah ditawari pekerjaan yang gajinya, sebagai seorang yang baru saja pindah, cukup besar.

Pekerjaannya pun ‘menyenangkan’, membuat dan memelihara situs web sebuah perusahaan yang bergerak di industri film porno. Iya, film bokep nan esek-esek gitulah.

Awalnya aku menolak mentah-mentah tapi orang yang di seberang telepon tak menyerah! “Come on, mate! It’s gonna be fun here! Kamu minta digaji berapa sih?” ujarnya terkekeh-kekeh. Aku bisa membayangkan, pasti memang menyenangkan, fun! Aku lelaki normal, siapa tak suka kalau syahwat birahinya bisa terpenuhi lebih mudah dan lebih ‘bervariasi’ lagi hehehe…

Tapi keputusanku memang sudah membulat dan aku mensyukuri hal itu. Aku tahu waktu itu sedang sangat butuh pekerjaan, sebagai pengangguran mana enak sih terus-menerus diam di rumah tak berpenghasilan? Tapi ada yang lebih kupikirkan ketimbang pekerjaan dan duit segudang yaitu dosa! Aku bukan orang yang suci, dosaku juga ‘arang wulu kucing’ kata orang Jawa, tapi aku sebisa mungkin tak mau terjerembab dalam jebakan yang membuatku akan lebih berdosa lagi!

Yesus datang menjadi pembeda dari orang-orang yang hadir sebelumnya. Ia mengambil jarak amat tegas terhadap dunia. “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” demikian seperti ditulis Lukas dalam Kabar Baik hari ini.

Dunia tak perlu dikuasai kalau hal itu hanya akan membinasakan kita dan merugikan kita karena kematian kekal yang akan kita terima. Tapi dunia juga tak boleh dimusuhi karena di sinilah kita berziarah dan berkarya. Mencari dan menemukan Tuhan dalam setiap perkara yang kita hadapi di dunia adalah kuncinya. Ketika kita tak menemukanNya di sana, segera berbalik badan dan pastikan mendekat kepadaNya.

Sampai sekarang aku masih sering senyum-senyum sendiri mengingat kejadian sembilan tahun lalu. Cerita itu selalu kujadikan bahan lelucon ketika ngobrol dengan kawan-kawan. Sesekali aku berandai-andai… Andai saja dulu aku diterima kerja di sana, mungkin jalan hidupku akan berbeda dari sekarang. Aku akan menjadi orang yang jauh lebih kaya, namaku mungkin juga lebih ternama karena pekerjaan yang ‘sensasional’ itu. Syahwatku juga terpenuhi lebih mudah… Aku bersyukur hanya bisa membayangkannya, amat bersyukur.

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.