Kabar Baik Vol. 52/2017 – Pemimpin yang melayani, pemimpin yang mengutamakan anggota-anggotanya

21 Feb 2017 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini, 22 Februari 2017

Markus 9:30 – 37
Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang; sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.”

Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.

Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?”

Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.

Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.”

Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:

“Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

Renungan

Bagaimana menjadi pemimpin yang baik? Jadilah yang terakhir dan pelayan dari semuanya. Demikian Yesus mengungkapkan dalam Kabar Baik hari ini.

Lebih dari sepuluh tahun silam aku pernah menonton film berjudul We Were Soldiers (2002) yang menceritakan pendaratan tentara Amerika Serikat pertama kalinya di Vietnam, 1965 yang lantas menjadi awalan Perang Vietnam hingga beberapa tahun ke depan.

Adalah Letkol Hal Moore, diperankan Mel Gibson, yang diberi tugas untuk menjadi komandan agresi tersebut. Ia seorang Katolik tekun dan malam sebelum pemberangkatan, secara khusus ia berdoa di dalam kapel dan mengucap doa ini, yang lantas di hadapan prajuritnya diucapkannya lagi…

When we go into battle,
I will be the first one to set foot on the field,
and I will be the last to step off.
And I will leave no one behind.
Dead or alive, we will come home together.
So help me God.

Aku menemukan sosok kepemimpinan yang dimaksud Yesus dalam diri Hal Moore tadi. Ia benar-benar menjadi yang pertama yang turun ke medan pertempuran, memberikan perlindungan kepada para prajuritnya, ia pula yang lantas menjadi orang terakhir yang naik ke dalam helikopter saat misi diselesaikan setelah memastikan semua prajurit baik yang hidup maupun mati terangkut semuanya.

Beberapa hari lalu, 10 Februari 2017, Hal Moore yang terakhir berpangkat Letnan Jenderal itu wafat dalam usia 95 tahun. Sebuah misa requiem diadakan di Gereja St Michaels, Auburn diikuti dengan penghormatan secara militer di Museum Infanteri Nasional, Fort Benning, Amerika Serikat.

Jadi pemimpin yang melayani dan mengutamakan anggotanya? Kenapa tidak? Kalau Hal Moore bisa, kita juga ditakdirkan untuk bisa melakukan hal yang sama!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.