Kabar Baik Vol 356/2016 – Blusukan

21 Des 2016 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini, 21 Desember 2016

Lukas 1:39 – 45
Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.

Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.

Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.

Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

Renungan

Peristiwa Maria mengunjungi Elisabeth, saudaranya yang juga tengah mengandung, selain pada peristiwa bagaimana si bayi yang ada di rahim Elisabeth (setelah lahir, bayi ini diberi nama Yohanes yang lantas jadi Yohanes Pembaptis) melonjak, semua tampak lumrah dan biasa.

Tapi aku mencoba mengamati dan merenunginya dari sisi lain. Bukannya aku tak tertarik pada peristiwa-peristiwa adi kodrati yang diluar nalar tapi aku ingin mencermati perilaku-perilaku alami para pelaku sejarah terbesar umat manusia tersebut.

Usia Elisabeth saat itu tentu jauh lebih tua dari Maria. Seperti kutuang dalam Kabar Baik kemarin, Elisabeth dan Zakharia, suaminya, berusia lanjut. Sedangkan Maria, ditaksir usianya sekitar 14 – 15 tahun karena berdasarkan tradisi masa itu, gadis seusia Maria memang sudah layak untuk dinikahkan.

Tapi mari kita tengok bagaimana Elizabeth merendahkan diri di hadapan Maria, “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?”

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Apa yang memicunya?
Mari kita bayangkan, sebelum Maria pergi ke rumah Elizabeth, ia tentu sudah mengabarkan terlebih dahulu kehamilannya kepada kerabat hingga Elizabeth mendengarnya.

Sebagai manusia biasa (aku mengacu pada sikap Yusuf, suami Maria yang bahkan juga sempat berpikir hendak menceraikan Maria karena kehamilannya itu…)Elizabeth tentu juga memiliki rasa ragu, “Benarkah yang dikandung Maria adalah Tuhan?” meski ada ‘porsi keraguan’ yang menipis lantaran beberapa saat sebelumnya, ia pun yang divonis mandul dibuat bisa hamil jadi kalau ia bisa dibikin demikian kenapa kepada Maria, Tuhan tak berbuat hal yang sama kan?

Keraguan-keraguan kecil yang masih mengembara dalam benak Elizabeth pun akhirnya tertuntasi ketika Maria yang kubayangkan berada di balik pintu rumah Elizabeth lalu menguluk salam lalu bayi dalam rahim Elizabeth melonjak mendengarnya dan ia sendiri diurapi Roh Kudus. Momentum inilah yang menurutku pemicu Elizabeth untuk merendahkan diri seraya berucap, “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?”

Misi Maria untuk ‘blusukan’ ke rumah Elizabeth, saudaranya, pun berhasil.

Di masa kini, banyak pejabat Tanah Air mengadakan kunjungan langsung ke warga masyarakat biasa. Banyak yang bilang hal itu sebenarnya sudah lama ada, sejak era 70an dulu. Tapi katakanlah benar demikian, budaya blusukan itu timbul tenggelam beberapa puluh tahun sesudahnya hingga awal dekade ini, Jokowi mempopulerkannya lagi melalui istilah jawa, blusukan.

Setiap melihat bagaimana mantan walikota Solo itu datang berkunjung dan Ia disambut dengan gegap gempita oleh warga dan hal ini kadang menimbulkan rasa haru.

Bagiku, meski Jokowi bukan seorang kristiani, ia adalah orang yang juga dinaungi Tuhan, Roh Tuhan turun atasnya.

Kemampuannya untuk melakukan yang terbaik bagi negeri, memimpin seadil-adilnya, memperbaiki sistem tata kelola negara, pembelaannya terhadap rakyat kecil yang berada di pelosok Tanah Air, semua itu terwujud karena dua hal, Tuhan menaungi Jokowi, dan Jokowi menanggapi pernaungan itu tidak dengan beretorika saja tapi dengan kerja, kerja dan kerja!

Jadi, ketika ia blusukan sementara rakyat kecil itu menyambutnya sedemikian meriah, wajar saja, hal itu adalah sebuah konfirmasi seperti halnya Elizabeth mengkonfirmasi ketuhanan Yesus dan kepenuhan Roh Kudus dalam diri Maria.

Bagaimana dengan kita?
Kamu dinaungi Tuhan dan Roh Kudus? Buktikan dengan tingkah laku serta sikap dan biarkan orang-orang yang kamu kunjungi mengkonfirmasinya…

Oh ya, teman-teman, aku membuat survey/angket ?Kabar Baik?. Aku memerlukan feedback/saran/kritik terhadap serial Kabar Baik yang kuterbitkan setiap hari tahun ini. Silakan dilihat di sini. Terima kasih ya!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.