Kabar Baik Vol. 353/2016 ? Belajar setia dalam berkeputusan pada sosok Yusuf

18 Des 2016 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari ini, 18 Desember 2016

Matius 1:18 – 24
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:

“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” ?yang berarti: Allah menyertai kita.

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.

Renungan

Yusuf, suami Maria, tak tertuliskan terlalu banyak dalam empat injil yang ada.

Bahkan akhir hidup Yusuf pun setahuku tidak bisa ditemukan ceritanya meski banyak orang menyebut ia meninggal sebelum Yesus memulai pewartaanNya sekitar tiga setengah tahun sebelum kematianNya di atas kayu salib.

Tapi kita semua tahu bahwa peran Yusuf sangat signifikan dalam karya keselamatan Tuhan melalui diri Yesus Kristus.

Yusuflah yang mendampingi Maria kemanapun terutama saat ia hendak melahirkan. Yusuf pulalah yang juga panik bersama Maria saat Yesus kecil tiba-tiba menghilang dan setelah dicari kemana-mana baru ketahuan kalau Ia berada di Bait Allah.

Dalam Kabar Baik hari ini, kita menemui satu sifat Yusuf yang lainnya yaitu taat pada keputusan.

Sebagai manusia biasa, Yusuf pun awalnya ingin menceraikan Maria, tunangannya yang hamil ‘duluan’ dan hal itu dalam tradisi lama diperbolehkan.

Tapi Yusuf tak tergesa-gesa berkeputusan. Ia membuka pintu lebar-lebar pada sapaan Allah yang kemudian muncul melalui mimpinya.

Yusuf pun menerima jawaban lalu ia menjadikannya sebagai keputusan; bahwa ia tak menceraikan Maria.

Kita, setiap hari melahirkan beragam keputusan dalam hidup. Mulai dari keputusan yang kecil, sedang hingga yang berat. Ada kalanya kita tergesa-gesa dalam berkeputusan, tapi ada kalanya pula kita mencoba tenang meski tak lama kemudian kita tahu ketenangan kita harus segera diakhiri karena waktu mengejar dengan kebatnya.

Apapun itu, seberapa lama dan sekuat apapun alasan untuk sebuah keputusan dilahirkan sepertinya tak ada yang lebih penting selain menjalaninya, taat menerima apapun konsekuensi pilihan.

Tahun ini aku banyak membuat keputusan dan salah satu yang paling besar dan berat adalah keputusan untuk tidak pulang ke Indonesia saat Mama meninggal dunia, 7 Maret 2016 silam.

Cerita selengkapnya bisa dibaca di sini dan jangan dipikir aku dengan mudah menjalani keputusan itu. Bahkan hingga hari ini, jika mengingat apa yang terjadi saat itu, rasa berat, bersalah, penyesalan itu timbul tenggelam.

Dan satu-satunya hal yang menguatkanku untuk tidak tenggelam selamanya adalah dengan mengingat Kabar Baik hari ini. Mengambil contoh sikap setulus Yusuf yang setia, lalu juga menilik pada bagaimana istrinya, Maria, yang juga setia dan yang paling terutama adalah Yesus, anak Yusuf dan Maria. Iapun jatuh bangun memanggul salib setelah berkeputusan untuk menyerahkan diri lalu dijatuhi hukuman mati… tapi Ia setia.

Oh ya, teman-teman, aku membuat survey/angket ?Kabar Baik?. Aku memerlukan feedback/saran/kritik terhadap serial Kabar Baik yang kuterbitkan setiap hari tahun ini. Silakan dilihat di sini. Terima kasih ya!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.