Kabar Baik Vol. 352/2016 ? Sssttt! Dia keturunan PKI!

17 Des 2016 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini, 17 Desember 2016

Matius 1:1 – 17
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,

Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,

Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,

Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,

Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,

Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,

Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,

Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,

Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,

Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,

Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,

Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,

Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

Renungan

Kabar Baik hari ini adalah perikop kitab suci yang pertama menandai Perjanjian Baru.

Lalu apa pentingnya bagi Matius menuliskan tentang silsilah Yesus untuk di tempatkan di bagian paling awal bukunya?

Bukankah Yesus adalah Anak Allah? Bukankah itu sudah menandakan hal terpenting dari segalanya yang sudah, sedang dan akan pernah ada jadi tak perlulah menuliskan sepanjang ini? Siapa juga yang mau baca?

Hehehehe, tentu semua memiliki maksud, dan menurutku apa yang dilakukan Matius itu benar. Penyampaian kepada khalayak melalui tulisannya bahwa Yesus adalah keturunan Abraham dan Daud, ingin menunjukkan bahwa Yesus adalah dari ‘kalangan sendiri’, bangsa Israel, bahkan kedatanganNya sudah dinubuatkan Yesaya karena nabi besar Israel itu pernah berucap bahwa akan lahir seorang Imanuel dari keturunan Daud. (bdk. Yesaya 7:14)

Apa yang bisa kita petik dan pelajari dari Kabar Baik hari ini?

Entah kini, tapi dulu bahkan hingga awal-awal tahun 2000, ketika aku masih tinggal di Indonesia, ‘keturunan PKI’ adalah stigma yang seolah menempel di jidat dan tak kan bisa hilang meski kita telah mandi sehari tujuh juta kali banyaknya!

Bisik-bisik beredar, “Sstttt.. tetangga baru itu ternyata anaknya Pak B yang dulu adalah tokoh PKI!”

Lalu semua mata memandang dengan sinis, takut sekaligus benci. Ia dijauhi hanya karena keturunan atau bersilsilah PKI.

Sebaliknya, pada orang yang memiliki darah ‘biru’ dari para pendahulunya, masyarakat sering dibutakan bahwa apa yang diperbuat bahkan dikatakan olehnya adalah hal yang harus dipercaya. Ketika akhirnya banyak orang ‘berdarah biru’ berbuat kesalahan, perlu waktu yang lama untuk orang percaya bahwa memang benar tak selamanya orang dari keturunan baik akan otomatis jadi baik juga.

Lalu?
Hidup berbekal iman dan berbuat yang terbaik bagi sesama tak hanya akan membuat silsilah di atas kita jadi tambah harum namanya tapi juga sekaligus untuk mengusahakan supaya silsilah di bawah kita pun tak terbeban dengan kelakuan-kelakuan tak senonoh kita.

Seperti Yesus. Meski Ia keturunan Daud dan Abraham, meski Ia adalah Anak Allah, melalui pekerjaan-pekerjaanNya dan pengorbananNya di atas kayu salib yang pada akhirnya melahirkan pengakuan kita terhadap Dia seperti yang diucapkan oleh serdadu Romawi yang menyalibkan Yesus sesaat setelah Ia wafat, “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!” (bdk. Markus 15:39)

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.