Kabar Baik VOL. 302/2016 ? Tekad, bukan nekat!

28 Okt 2016 | Kabar Baik

Kabar Baik hari ini, 28 Oktober 2016

Lukas 6:12 – 19
Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.

Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:

Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,

Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,

Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.

Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.

Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

Renungan

Kabar Baik hari ini, Yesus memilih kedua belas rasul di antara sekian banyak murid-muridNya.

Bukan pilihan yang sempurna karena Ia sendiri yang akan menyempurnakan. Tapi pilihan terbaik karena diputuskan oleh Yang Terbaik yang pernah dihadirkan Allah Raja Semesta.

Mereka, para rasul itu, adalah para pemuda yang meninggalkan keluarga dan pekerjaannya. Tak lagi hirau pada kemegahan, gelimangan harta dan keberhasilan dalam berkarir yang mungkin bisa diraih jika saja mereka menolak ajakan Yesus yang ‘absurd’, menjaring manusia. Tapi mereka pasrah bertelut pada kata hati, hati nurani yang mengenal ajakan ilahi itu.

Hari ini, delapan puluh delapan tahun silam, sekelompok pemuda dari sekeliling Nusantara berkumpul, berkongres pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928.

Mereka berikrar bahwa sejak saat itu tak lagi menomersatukan suku bangsa, bahasa dan tumpah darah daerah mereka masing-masing. Ada yang harus diperjuangkan dan disatukan pada tataran bangsa, bahasa dan tumpah darah padahal jelas-jelas semua dari mereka berbeda. Tak kalah absurd, kan?

Membaca Kabar Baik hari ini dalam semangat Sumpah Pemuda, ada hal yang bisa diselaraskan antar kedua momentum itu.

Tak semua yang akan kita lakukan itu harus memiliki kejelasan langkah asal tujuannya jelas dan baik tentu saja. Yang kita perlukan hanya iman dan tekad meski oleh sebagian orang lain mungkin terbaca sebagai nekad.

Selebihnya tinggal melangkah…

Selamat Hari Sumpah Pemuda! Teruslah bersatu di dalam Indonesia sebeda apapun dirimu!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.