Kabar Baik VOL. 281/2016 ? Dimanakah Tuhan ketika ada begitu banyak imam terkait kasus pelecehan seksual?

7 Okt 2016 | Kabar Baik

Kabar Baik hari ini, 7 Oktober 2016

Lukas 11:15 – 26
Tetapi ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.”

Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.

Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.

Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.

Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.

Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.

Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.

Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”

“Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.

Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur.

Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula.”

Renungan

Paling aman memang di tengah-tengah, jangan terlalu alim, tapi juga jangan terlalu nakal!

Ada begitu banyak yang mempertanyakan bagaimana mungkin seorang imam Katholik terlibat dalam kejahatan seksual terhadap anak-anak? ?Kejadian ini tak hanya satu-dua tapi ada begitu banyak yang mulai terungkap dan sekian lebih banyak lagi, barangkali, yang tersembunyi di balik nama besar?dan kesucian Gereja Katolik?

Bukankah mereka itu harusnya jadi panutan dan tak kedap terhadap kuasa setan?

Sebelum menjawab, biar kutambah lagi hal dengan yang kualami sendiri.?Enam belas tahun lalu aku memutuskan untuk mencoba menjadi lebih alim dengan ikut persekutuan doa karismatik katolik. Hidupku membaik, aku berhenti merokok,?tak lagi memutar film bokep di komputer, pokoknya alim.

Tapi? Tak lama!
Aku sih tetap ikut persekutuan doa, makin rajin pelayanan kesana-sini, berdoa tiap malam, tapi keterlibatanku dalam dunia perbokepan?malah makin kenceng dan aku merokok lagi diam-diam (meski akhirnya berhenti total sejak 2005 hingga sekarang…)

Hingga akhirnya ada suara sumir tapi benar terdengar, “Donny itu kenceng doanya, kenceng pula download bokep-bokep baru koleksinya…”

Apakah ada yang salah? ?Apakah Gereja Katolik adalah tempat naungan yang salah sehingga para imam bisa berbuat dosa besar dengan melecehkan anak-anak secara seksual?

Apakah aktif dalam persekutuan doa adalah langkah yang salah karena aku malah makin rajin download bokep dan merokok lagi setelah sekian sebentar memutuskan untuk berhenti?

Orang-orang sinis akan menjawab, “Makanya nggak usah rajin-rajin ke gereja dan ikut tetek-bengek doa-doa gitulah. Kalau hidupnya jadi nggak lebih baik, kan?”

Kabar Baik hari ini menyimpan jawabannya.

Yesus menyatakan bahwa ketika kita menerima Allah, menerima Yesus, kuasa setan telah terusir dari diri kita dan, ini yang paling penting, Kerajaan Allah sudah datang kepadamu!?Kita dibaptis, kita menyatakan diri lebih aktif lagi dalam pelayanan dan mendekat ke bawah ‘pohon ara’, kita menerimaNya.

Tapi iman itu bukan matematika, bahwa kalau kita sudah menerima maka selamanya kita menerimaNya.

Penyebabnya adalah kedagingan, keduniawian. Duniawi dan daging adalah pemberontak terhadap kuasa penciptaNya sendiri.?Dan pemberontak selalu berkawan dengan pemberontak lainnya. Seperti dinyatakan sendiri oleh Yesus dalam Kabar Baik hari ini, roh jahat yang telah keluar dari kita itupun akan mengajak tujuh roh lain?yang lebih jahat untuk kembali masuk ke diri kita, membuat keadaan kita jadi lebih buruk bahkan dari keadaan yang semula.

Jadi, benar kan memang lebih baik di tengah-tengah, jangan terlalu alim dan jangan terlalu nakal?

Benar kalau standar kebenaran itu buatan nenek loe!?Hidup adalah perjuangan untuk menjadi lebih kudus dan suci melalui jalan terjal sesulit apapun. ?Hanya orang sombong yang merasa tak pernah jatuh dalam usaha tersebut?dan hanya orang bodoh yang jatuh lalu tak mau bangun lagi.

Kenapa? Karena orang benar akan belajar dari Yesus yang diikutinya; Ia jatuh sampai tiga kali memanggul salib ke Golgota tapi Ia bangun lagi.

Jadi, mari kita semakin memohon supaya Allah memberikan Roh Kudus sehingga rumah kita selalu terjaga dari satu, tujuh, tujuh puluh, tujuh puluh kali tujuh kuasa jahat yang hendak merasuk ke dalam diri kita.

Sebarluaskan!

1 Komentar

  1. Don, aku kerja di kantor sekarang jg ngga pernah bisa jadi alim, malah hampir tiap hari :'(

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.