Kabar Baik VOL. 272/2016 ? Fanatik

28 Sep 2016 | Kabar Baik

Kabar Baik hari ini, 28 September 2016

Lukas 9:57 – 62
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”

Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.”

Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Renungan

Setelah sebelumnya Aa BM tertangkap tangan ketika sedang berpesta sabu, pemerintah meringkus KDTP, pemimpin padepokan yang konon mampu melipatgandakan uang.

Sama halnya dengan Aa BM, KDTP ini juga punya pengikut fanatik. Mereka, para pengikut itu, rela dan tega meninggalkan keluarga, orang tua, pekerjaan bahkan menjual atau mungkin menyerahkan segala miliknya untuk orang yang diikutinya.

Kabar Baik hari ini sedikit banyak juga bicara tentang kefanatikan. Yesus meminta pengikutnya untuk mengikutiNya saat itu juga. Nggak perlu ditunda-tunda, gak pandang bulu.

Aku membayangkan, jika Yesus hidup di jaman ini, atau aku hidup di masa itu, barangkali aku dengan mudah juga bisa men-cap Yesus tak lain seperti mereka, Aa BM dan KDTP itu.

Kenapa?
Sekali lagi, pengikutNya dituntut untuk fanatik, dalam pembahasaan yang lebih halus, “meninggalkan yang ada di belakang.” Kedua, baik Aa BM, KDTP dan Yesus sama-sama ditangkap otoritas yang berwenang; Aa ditangkap karena pesta shabu, KDTP ditangkap konon karena mampu menggandakan uang, Yesus ditangkap lantas dibunuh karena ajaranNya dianggap sesat dan mengajarkan kesesatan kepada banyak orang meski Pilatus berucap bahwa ia tak mampu menemukan kesalahan daripadaNya.

Lalu, pertanyaan terbesar adalah, apa beda antara Ia dengan mereka, Aa BM dan KDTP?

Yang pertama, Yesus adalah Tuhan dan mereka bukan.
Ah! Bagaimana kamu tahu Yesus adalah Tuhan? Itu mitos! Itu karena kamu pengikutNya! Mereka juga layak menganggap pemimpin mereka Tuhan, Don!

Uhmmmm, ok…tapi Yesus itu setia menemani kita sampai akhir jaman!?Hehehe! Memangnya kamu pernah melihat Yesus?

Duh, apalagi ya?
Begini saja… Perbedaan ketika dibahas dari sisi dogma akan mudah dipatahkan karena semua orang berhak membuat alasan apapun untuk percaya dan tidak percaya.

Justru kitalah yang harus membuat beda itu. Bahwa kalau kamu mengaku sebagai pengikut Kristus, tunjukkanlah bahwa Kristus itu beda, bahwa Ia Tuhan (dan mereka manusia) dari perbuatan kita sehari-hari.

Karena Yesus mengajarkan kasih maka kasihilah sesamamu tanpa pandang bulu termasuk mengasihi mereka yang memusuhi. Dari setiap fase hidup yang kita lalui, seharusnya kita justru semakin menguatkan pandangan orang-orang bahwa Yesus memang beda dari mereka atau bahkan dari siapapun yang hidup sebelum dan sesudahNya.

Hingga pada akhirnya nanti kita bertemu denganNya yang kita perjuangkan untuk kita percayai sepanjang hidup.

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.