Kabar Baik VOL. 193/2016 ? Pedang!

12 Jul 2016 | Kabar Baik

Kabar Baik hari ini, 11 Juli 2016

Matius 10:34 – 11:1
Mat 10:34 ?Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

Mat 10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,

Mat 10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

Mat 10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Mat 10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Mat 10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Mat 10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.

Mat 10:41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.

Mat 10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.?

Mat 11:1 Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

Renungan

Kabar Baik hari ini jelas! Ketahuan kalau Yesus ternyata datang membawa pedang! Ia bukan pembawa damai!

Pernah suatu waktu aku diundang berkumpul dengan kawan-kawan lama . Adalah Mawar, yang mengundang kami untuk datang ke rumahnya.

Mawar adalah satu dari kawan lama kami juga. Ia dulu kembang kelas. Kini ia hidup mulia, diperistri seorang pejabat berbadan tambun setambun pundi-pundi uangnya.

Sssttttt! Konon kabarnya itu semua adalah hasil korupsi negara!

Tapi sas-sus itu tentu tak kami bawa ke atas meja pesta.
Nggak enak lah, namanya juga diundang pesta masa kita harus membuka aib si pengundang saat itu juga?

Pestanya berlangsung meriah. Mawar masih tampak cantik seperti dulu saat masih kuncup. Tapi ada satu kawan kami yang datang telat, Badu namanya.

Ia datang saat kami sedang enak-enaknya makan.
Badu adalah seorang yang lurus dan kami semua mengerti betapa ia adalah orang yang tak mau pasang topeng, mungkin karena itu juga karirnya sebagai pekerja pos tak naik-naik karena konon ia tak mau kompromi dengan apapun. ?Pokoknya hidupku lurus aku sudah tenang dan senang!?

Dan Badu adalah Badu. Malam itu ia tetap lurus.
Saat suami si Mawar mempersilakannya untuk makan sama seperti kami, tiba-tiba Badu yang semula banyak senyum berkeras kaku menolak. ?Tidak. Saya tidak akan makan makanan ini. Ada berapa ribu rakyat yang harus berkeringat bekerja tapi uangnya dirampas di meja makan ini??

Kami kaget bukan kepalang.
Bukannya kami tak menyangka Badu akan seperti itu, tapi kami kaget kenapa Mawar nekat mengundangnya meski kami tahu bagaimana tabiatnya si Badu tadi.

Pesta pun bubar. Suami Si Mawar mukanya merah padam setelah Badu berorasi singkat di meja pesta. Ia segera masuk kamar disusul Mawar. Kami? Ya bubar!

Sejak saat itu kami sepakat untuk tak mengundang Badu lagi. Bukannya kenapa-napa, malu-maluin! Takutnya gara-gara dia, kami juga kena getahnya karena kami teman si Badu!

Bagiku, Badu adalah contoh orang yang tak segan membawa pedang meski untuk itu ia harus kehilangan damai, kehilangan kawan dan momentum perkawanan tentu saja.

Dipedang tentu tak menyenangkan, tapi ketika kedamaian dibangun dari kemunafikan dan keputusasaan untuk jujur serta terbuka, adakah yang perlu dipertahankan selain dihancurkan saat itu juga dengan pedang?

Berani berbuat seperti itu atau memilih jadi ?juru damai? yang asal damai?

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.