Kabar Baik VOL.149/2016 – Kuasa yang mana?

28 Mei 2016 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari ini, 28 Mei 2016

Markus 11:27 – 33
Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, dan bertanya kepada-Nya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?”

Jawab Yesus kepada mereka: “Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.

Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!”

Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?

Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia!” Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi.

Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

Renungan

Jaman ini semakin mengagetkan.
Tiap hari selalu ada kejutan-kejutan yang membuat kita kadang bertanya, ?Kok bisa ya??

Misalnya, di belahan dunia sana, nggak ada angin, nggak ada hujan tiba-tiba segelintir orang menyerang kota Paris, menembaki orang-orang yang tak dikenalnya, tak pernah berurusan dengannya sebelumnya.

Lalu, di belahan yang lain, dalam sebuah acara keagamaan, seorang yang duduk di kursi roda, dari raut wajahnya tampak amat menderita, didoakan oleh si pemimpin acara dan ?abrakadabra? si lumpuh itu sembuh! Berjalan begitu saja, berwajah riang, menari-nari seolah keadaan sebelumnya hanyalah ilusi belaka!

Kedua hal itu, yang menembaki orang-orang di Paris dan yang menyembuhkan mengaku menggunakan kuasa Tuhan, kuasa dari surga.

Lalu kalau kedua hal itu bisa sedemikian ekstrimnya, apakah kuasa yang kita terima saat baptis dan dkuatkan saat krisma itu juga benar-benar dari Surga yang sama, dari Tuhan yang sama juga?

Kenapa kuasa yang kita terima dan gunakan seolah tak sedahsyat dan tak senekat mereka?

Atau jangan-jangan kuasa yang kita pakai adalah yang salah dan kalah? Atau kuasa itu mungkin benar tapi kita penakut lalu bungkam?

Apapun persepsi orang tentang kuasa yang kita pakai, seberapa besar keraguan kita sendiri atas kuasa yang turun atas kita, hal terbaik untuk mengatasi krisis tersebut adalah mula-mula justru dengan tidak menghakimi apa kuasa yang dipakai dalam aksi-aksi mereka!

Kita sering lalau dalam hal ini. Terpancing dan gatal untuk berkomentar, ?Ah, itu pendetanya menyembuhkan dengan kuasa setan! Masa Tuhan kayak jadi pertunjukan aja!?

Atau mungkin karena kita terlampau emosi, padahal kejadiannya di Paris, kita lantas bilang, ?Ah, makin bersyukur saya tidak berada satu agama dengan si teroris itu!?

Padahal apalah hubungannya, kan?

Jika kita menghakimi demikian, makin jelas dan gamblanglah bahwa kuasa yang kita pakai dan atasnamakan memang bukan kuasa Tuhan karena Ia sejatinya tak pernah menghakimi.

Jadi, tak perlulah menghakimi kekuasaan yang dipakai orang-orang dalam melakukan aksi.?Sama tak perlunya kalau kita meragukan kebenaran kuasa yang diberikan Tuhan melalui Gerejanya kepada kita.

Yang paling perlu adalah melanjutkan hidup sebaik-baiknya dan berguna bagi sesama sehingga kita ada orang-orang seperti para pimpinan Farisi yang menanyakan kuasa apa yang kita pakai, kita dengan lugas bisa menjawab tanpa beban, Kuasa dari Surga.

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.