KABAR BAIK VOL.105/2016 ? Tubuh Kristus? Amin!

14 Apr 2016 | Kabar Baik

KABAR BAIK HARI INI, 14 APRIL 2016

Yohanes 6:44 – 51
Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.

Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.

Akulah roti hidup.

Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.

Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.

Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Renungan

Apa yang kujadikan pertanyaan pada akhir renungan kemarin mendapat tanggapan yang lumayan menarik baik dari grup percakapan ?Kabar Baik? di Whatsapp maupun di kanal social media.

Pertanyaannya mudah, kalau kalian ogah membuka renungan hari kemarin, baiklah kusalin kembali di sini.

Menurut kalian, setiap kita menyantap komuni dalam perayaan ekaristi, apakah yang kalian santap?

Tubuh Kristus?
Lambang Tubuh Kristus?
Atau semua hanyalah sandiwara abal-abal what-so-called bapa gereja demi mendapatkan legitimasi sepanjang masa?

Ada yang menjawab, komuni adalah LAMBANG dari Tubuh Kristus.

Ada pula yang menjawab, komuni adalah memang benar Tubuh Kristus. Ketika kutanya kenapa ia begitu yakin bahwa itu adalah Tubuh Kristus, jawabnya adalah karena ia mendapatkan banyak pengalaman spiritual dengan komuni yang disantapnya. Pengalaman spiritual yang ia contohkan adalah hal-hal yang sifatnya belum tentu bisa dikenali oleh ?orang biasa?.

Mari kita ulas satu per satu.

Bagiku, menjawab pertanyaan tentang apakah yang sejatinya kita santap saat Ekaristi itu sebenarnya mudah.

Bersandarlah pada apa yang dikatakan Yesus hari ini. Pada bagian akhir, Ia berkata, ?Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan kuberikan untuk hidup dunia?

Ia tidak berkata bahwa roti yang diberikanNya adalah lambang atau simbol dari dagingNya.

OK? katakanlah kalian malas baca Kitab Suci, apakah kita masih bisa menemukan pembenaran bahwa yang kita santap itu adalah Tubuh Kristus sendiri?

Kalau kalian mengikuti perayaan ekaristi sejak awal, sebenarnya setidaknya ada dua hal yang bisa mempermudah dan meyakinkan pembenaran tersebut

Semua tertuang dalam tata aturan perayaan ekaristi sendiri.

Pertama adalah saat Imam mengangkat roti/hosti pada konsekrasi Doa Syukur Agung. Yang diucapkan Imam adalah wasiat dari Yesus sendiri yang diucapkan saat Kamis Putih sebagai berikut, ?Terimalah dan makanlah. Inilah tubuhKu yang dikurbankan bagimu?

Ia tidak berkata, ?Terimalah dan makanlah. Inilah lambang tubuhKu..? tidak!

Demikian juga saat Imam atau pro diakon membagikan komuni. Sebelum mereka membagikan, kita diminta mengucap kata amin ketika ia berkata, ?Tubuh Kristus?.?Ia tidak berkata, ?Lambang tubuh Kristus?

Ah, tapi aku tetap tidak percaya, Don! Lah, kalau kalian tak percaya kenapa kalian bilang amin? :) Kenapa kalian tidak berani bilang ?Tidak amin, itu hanya lambang, bukan tubuh!?

Komuni adalah tubuh kristus dalam wujud roti. Titik.?Dan yang kalian lihat adalah benar-benar roti. Tinggal di-amin-i bahwa itu adalah hasil ubahan dari Tubuh Kristus saat proses konsekrasi.

Lalu bagaimana kalau kita tidak merasakan pengalaman spiritual apapun ketika menyantap komuni?

Bagiku, setiap saat dalam hidup yang tampaknya duniawi, pada dasarnya punya sisi spiritualnya. Ia tak harus berupa perasaan-perasaan yang menakjubkan seperti ?sembuh dari penyakit?, ?tiba-tiba kaya..?,?tiba-tiba bisa berjalan padahal sebelumnya tidak bisa..? Demikian juga dengan pengalaman spiritual saat menyantap komuni.

Kita tak perlu merasa mendapatkan pengalaman spiritual khusus untuk kita percaya bahwa itu adalah Tubuh Kristus. Keberadaan dimana kita masih diberi ijin menyantap komuni sendiri adalah sesuatu yang sifatnya spiritual.

Ah masa?
Yup. Coba baca bagian awal Kabar Baik hari ini??Tidak ada seorang pun yang datang kepadaKu jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku??

Jadi, peristiwa kita datang ke gereja, fokus berdoa dan mengikuti jalannya upacara, maju ke depan untuk menerima Tubuh Kristus, semuanya adalah kesinambungan langkah kita yang ditarik datang oleh Bapa.

Benar, kita memang memiliki motivasi untuk pergi ke gereja. Benar juga, kita kusyuk berdoa dan mengikuti upacara karena memang tak ada sikap yang lebih baik yang bisa kita berikan selain demikian. Tapi, di sinilah sisi spiritualnya. Semua itu bisa terjadi karena Tuhan menarik kita, bukan kita yang datang kepadaNya.

Nah, dengan demikian, apa kalian masih ingkar dan tak percaya bahwa komuni itu adalah Tubuh Kristus sendiri? O well, pada akhirnya urusan percaya atau tak percaya adalah urusan kalian sendiri tapi yang pasti kita patut berbahagia karena diundang/ditarik ke perjamuanNya!

Oh ya, kalau kalian tertarik untuk bergabung dalam grup whatsapp ?Kabar Baik?, kirimlah pesan ke nomer +61433295758

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.