Kabar Baik Vol. 10/2017 – Cari saklarNya, nyalakan lampuNya!

10 Jan 2017 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini, 10 Januari 2017

Markus 1:21 – 28
Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.

Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.

Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:

“Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”

Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!”

Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.

Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”

Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

Renungan

Aku takut gelap.
Akibatnya, waktu menjelang tidur selalu jadi serba salah. Nyalain lampu nggak bisa tidur, memadamkan lampu, ketakutan.

Aku takut gelap karena gelap itu pengap. Jadi pilihannya sekarang ada dua. Pertama, kalau aku tidur duluan aku minta istriku untuk nanti mematikan lampu saat aku sudah terlelap. Kedua, kalau ternyata istriku sudah pulas, aku akan menyalakan lampu kecil yang temaram sehingga kamar tidurku tidak benar-benar gelap benar.

Gelap tunduk pada terang, ketika terang datang tak ada satupun kegelapan yang tertinggal, semua jadi benderang.

Kabar baik hari ini memiliki benang merah yang amat tebal, bahwa tak ada yang tak bisa ditundukkan Yesus, Putera Allah. Bahkan setan pun gemetar dan mengakui kekudusanNya lalu menuruti perintah karena kuasaNya.

Tapi kenapa kita masih dilingkupi roh jahat dalam hidup? Yang pasti bukan karena hilangnya kuasa Yesus atas mereka bukan pula, barangkali, karena paksaan setan sendiri.

Lalu?
Barangkali justru karena kita cenderung menikmati kegelapan karena kalau semua jadi terang benderang, tak hanya gelap yang hilang tapi segala kebusukan-kebusukan yang selama ini kita sembunyikan dalam gelap pun jadi ketahuan semuanya.

Manusia punya kehendak bebas, kita bebas untuk memilih kemana pada akhirnya kita akan tunduk. Pada kegelapan atau pada terang. Pada kuasa jahat atau pada Tuhan.

Aku ingin menutup permenungan ini dengan melanjutkan penggalan cerita tentang ketakutanku pada gelap yang kutukas di atas. Kalian tahu nggak, yang paling menyiksa adalah ketika istri sudah mematikan lampu setelah kuterlelap, tapi kemudian tengah malam aku kebelet pipis dan ketika mata terbuka hanya gelap dimana-mana.

Aku bisa saja teriak minta tolong lampu dinyalakan tapi malu sama umur dan malu sama istri serta anak-anak yang sedang menikmati tidur mereka. Jadi yang paling bisa kulakukan adalah berusaha berpikir tenang lalu bersicepat ke kamar mandi untuk mencari saklar lampu dan menyalakannya. Kadang untuk mencapai kamar mandi yang jaraknya tak lebih dari tiga meter dari tempat tidurku itu, meski sudah hapal di luar kepala tapi tak jarang kakiku terantuk sudut ranjang atau pintu kamar mandi. Sakit? Sangat!

Jadi, carilah Tuhan! Carilah dimana saklar lampuNya lalu nyalakan! Mungkin untuk itu kita harus terantuk, terjatuh dan terluka tapi bukankah itu wajar adanya karena di dalam gelap apa yang bisa kita lihat selain kegulitaan itu sendiri?

Nyalakan! Nyalakan sekarang, Kawan!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.