Kabar Baik hari ini: Saya ber-ulang tahun hahaha?

20 Des 2018 | Kabar Baik

Hari ini, melalui pengalaman Maria didatangi Malaikat Gabriel, kita diajak untuk membuka diri terhadap karya Tuhan dalam hal-hal yang paling kita anggap mustahil sekalipun.

Maria, seorang perawan yang bertunangan dengan Yusuf didatangi Gabriel dan diberitahu bahwa ia akan mengandung anak buah dari Roh Kudus yang lantas dinamai Yesus. Sesuatu yang menurut akal manusia adalah tidak mungkin tapi dijadikan mungkin karena Tuhan menghendaki demikian.

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari sini?

#1 Jangan takut bertanya

Maria tidak langsung percaya dan menerima begitu saja kabar Gabriel tentang kehamilannya. Ia bertanya, ?Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” (lih. Lukas 1:34)

Kadang ketika kita mendapat satu perintah atau kabar yang agak sulit diterima akal kita takut bertanya karena tak mau dianggap melawan. Padahal bertanya itu bukan berarti mempertanyakan apalagi melawan. Bertanya adalah cara kita mengkonfirmasikan ketidaktahuan dan itu wajar, kita manusia lemah termasuk Maria pun lemah.

#2 Tidak masuk akal bukan akhir dari segalanya

Kita diberi akal untuk membantu membuat keputusan-keputusan dalam hidup. Tapi terkadang kita hanya menggunakan akal sebagai satu-satunya sumber untuk menilai apakah sesuatu itu baik-tidak, mungkin-tidak. Sehingga ketika kita sedang membicarakan satu hal dan menurut kita hal itu tak masuk akal, kita lantas enggan untuk membicarakan kelanjutannya dan menganggap ketidak-masuk-akal-an sebagai akhir dari segalanya.

Maria tidak berhenti ketika akalnya tak bisa menggapai berita yang dibawa Gabriel. Ia bertanya dan menanti penjelasan.

#3 Memandang Tuhan dengan kuasaNya yang tak terbatas

Kadang orang berpikir hanya hal-hal yang tak masuk akal yang dikerjakan Tuhan, tapi benarkah demikian?

Bagiku tidak! Ketidaktahuan dan kelemahan kita yang membuat berpikir seperti itu karena sejatinya bahkan untuk berakal pun itu satu hal yang semula mustahil tapi lantas dikerjakan dan dianugerahkan Tuhan! Coba dipikir, apakah sumbangsih kita sehingga kita ini diberi akal olehNya?

Tuhan berkuasa atas segala yang terjadi dalam hidup kita dan ini diamini Maria dengan berkata, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (lih. Lukas 1:38).

Ini adalah penyerahan diri secara ultimatum dari Maria yang merasa dirinya hamba kepada Tuhan yang menghendaki segalanya.

Bagaimana dengan kita?

Hari ini, atas berkat dan karunia serta kehendakNya aku berulang tahun ke-41. Semalam sebelum tidur aku merenung apa yang terjadi seandainya aku tak ber-Tuhan? Bisakah aku tetap hidup? Bisakah aku berkarya?

Jawabku tidak!
Tanpa Tuhan aku tak kan bisa hidup apalagi berkarya.

Tapi sudut hatiku yang lain bertanya, ?Don! Banyak orang tak ber-Tuhan tapi tetap hidup, berkarya bahkan lebih kaya!?? Aku pun kukuh menjawab, ?Mereka bukannya tak berTuhan! Mereka tidak mengakui adanya Tuhan! Itu dua hal yang berbeda!?

Oleh karena itu, kawan dan saudara-saudaraku pembaca Kabar Baik yang kucintai, aku mohon doa kalian dalam hari istimewaku ini supaya aku tetap diberi kekuatan.

Kekuatan menjadi amat penting bukan karena aku yang menua tapi karena untuk menjaga kepercayaan terhadap Tuhan itu memerlukan energi dan usaha yang tidak kecil!

Jaman yang begitu maju yang seolah memberikan semuanya dan capaian-capaian hidup yang puji Tuhan luar biasa kadang malah membuatku pongah bertanya, ?Adakah kita masih memerlukan Tuhan untuk hidup di jaman ini??

Doakan saya!
Doakan saya!
Doakan saya!

Sydney, 20 Desember 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.