Jokowi berkaos oblong? So what?!

5 Jan 2018 | Cetusan

Santainya gaya Pak Jokowi saat meresmikan Kereta Bandara Soekarno – Hatta pada selasa (2/1/2017) mengundang reaksi netizen.Yang setuju banyak meski yang tak setuju tentu juga ada.

Beberapa yang nadanya tak setuju adalah seperti tampak dalam tweet mereka di bawah

dan ini;

Cara berpakaian Pak Jokowi membuatku teringat pada masa aku bersekolah di SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

Di sekolah yang muridnya cowok semua dengan rambut boleh digondrongkan, pada jamanku dulu, setiap rabu-kamis-jumat, kami diperbolehkan berpakaian bebas. Tentu tak bebas-bebas amat. Pokoknya asal berkemeja atau kaos ber-krah, bercelana panjang dan sepatu sendal masih diperbolehkan. Sementara itu seragam putih-abu dikenakan hanya pada Senin, Selasa dan Sabtu.

Siswa-siswa SMA Kolese De Britto Yogyakarta

Siswa-siswa SMA Kolese De Britto Yogyakarta

Pola pendidikan di De Britto memang tak biasa, bebas bertanggung jawab. Untuk mencari tahu lebih gamblang, kalian perlu menyimak artikel karya Romo J. Oei Tik Djoen S.J, mantan rektor dekade 70-an yang menuliskan itu semua sebagai pertanggungjawaban atas model pendidikan SMA Kolese De Britto yang digugat sebagian masyarakat waktu itu.

Secara pribadi, pelajaran terbesar yang kudapat dari cara ?berpakaian bebas? di De Britto dulu adalah kemampuan berpikir, cara kerja dan karakter seseorang tak bisa dihakimi hanya dengan melihat caranya berpakaian.

Tak semua orang berdasi dan berbatik itu bekerja lebih cekatan dan lebih jujur dalam berperilaku ketimbang yang berkaos oblong serta tattooan!

Meski dalam kerangka kepatutan, sayangnya kita tak bisa mengatur subyektifitas orang lain dalam memandang. Ketika ada seseorang menganggap bahwa orang mengenakan kaos dianggap tak patut ya itu hak mereka yang harus kita hargai.

Dengan kata lain, ada momentum-momentum yang membuat kita perlu berpakaian lebih rapi dari biasanya untuk memberikan rasa hormat kita terhadap yang kita temui atau datangi.

Intinya? Wang-sinawang.
Dan mengenai cara berpakaian Jokowi kali ini aku sedikit banyak setuju dengan pendapat Presiden PKS, Sohibul Iman seperti ditulis Merdeka, “Toh tidak ada aturan hukum yg melarang itu. Ini masalah kepatutan di publik saja,”

Yang pasti, kalian tentu nggak akan memutuskan untuk memilih/tak memilih Jokowi pada 2019 karena cara berpakaiannya kan?

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.