Jokowi, 2019? Sebuah diskusi kebangsaan

15 Nov 2017 | Indonesia

Kalau kalian tinggal/sedang berada atau punya saudara/kawan/pacar di Sydney, suruhlah ia datang ke acara keren, sebuah diskusi bertajuk ?Jokowi, 2019?’

Lho, acaranya di Sydney, Australia kok yang dibicarakan Jokowi? Nggak salah?

Enggak!
Kalian enggak salah baca, acaranya memang di Sydney kota yang letaknya lima ribu kilometer jauhnya dari Jakarta. Acara ini memang tentang Indonesia, tak hanya tentang Jokowi, jadi diperuntukkan bagi mereka dan kalian anak bangsa serta siapapun yang tertarik dengan Indonesia dan tinggal di Sydney.

Nara sumber acara ini pun bukan asal nara sumber. Mereka datang dari kaum akademisi, warga dan pecinta Indonesia, Bhatara Ibnu Rheza dan Dr. Nur Arif Makful, MSc namanya.

Bhatara adalah kawan yang sejak beberapa tahun terakhir kukenal baik. Ia seorang kandidat doktor dalam bidang International Humanitarian Law and Military Affairs di University of New South Wales (UNSW). Ia juga seorang senior researcher IMPARSIAL, sebuah LSM yang salah satu pendirinya adalah alm. Munir.

Nur Arif adalah seorang dosen di beberapa universitas dalam dan luar negeri, ia juga penggiat serta pemerhati masalah kebangsaan dan kebhinekaan yang juga seorang gusdurian.

Acara akan diadakan di Ashfield Town Hall, 260 Liverpool Road, Ashfield, NSW 2131 pada sabtu ini, 18 November 2017 jam 1:30 – 4:00 pm.

Lantas siapa yang mengadakan acara ini?
Yang mengadakan adalah sebuah organisasi resmi bernama NKRI OZ Community Inc., dimana aku termasuk salah seorang pendiri dan pengurus inti. Organisasi itu kudirikan Juli 2017 silam bersama empat orang Indonesia lain yang tinggal di Australia.

?Tapi kalian kan udah enak tinggal di luar negeri? Ngapain sih bikin acara-acara ginian? Bukankah sudah tidak ingin balik ke Indonesia??

Begini? ini bukan soal keberadaan kami, bukan pula soal mau-tidak-mau kami balik ke Indonesia. Keputusan untuk mengadakan acara ini adalah mengingat pentingnya untuk mencermati apa yang akan terjadi di Indonesia pada 2019 mendatang.

Seperti yang kita tahu, 2019 adalah tahun politik. Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden akan dihelat. Nah, acara ini bisa dijadikan sebagai teropong atas apa yang kiranya akan terjadi berdasarkan analisa kedua nara sumber, bukan berdasarkan kepentingan politik maupun sektarian dan semoga jauh dari kepentingan-kepentingan yang sifatnya sesaat (toh akhirnya aku batal masuk parpol kok hahaha…)

Lagipula, meski kami tidak di Tanah Air, kecintaan Indonesia itu tak otomatis luntur dan menghablur, Brur! Indonesia itu ibaratnya lahan sawah adalah air yang mengaliri dan mengairi tubuh serta jiwa kami untuk bertumbuh dan hidup. Ia menjadi karakter pokok hingga kapanpun dan dimanapun kami berada dan berusaha.

Jadi, ayolah! Berhentilah menaruh syak wasangka kepada kami! Niat kami semoga suci dan tulus kok!

Datang supaya nggak rugi karena yang jadi moderator pun tak kalah kerennya! Ia seorang superblogger Indonesia yang berdomisili di Australia yang tulisannya tiap hari kamu baca di sini :)

Tertarik? Daftar di sini ya! Untuk mahasiswa dan mahasiswi bisa menggunakan link ini.

Klik di sini untuk menuju ke situs web organisasi kami.

Sebarluaskan!

1 Komentar

  1. Ditengah banyak badai yang menimpa beliau. Rasanya masyarakat perlu adil dalam menilai. Tetap ada hal baik yang beliau lakukan untuk negeri ini. Tentu tetap dalam koridor bahwa memang tak ada manusia sempurna saat ini. Trims mas.

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.