Jika Yohanes Pembaptis tak pernah ada?

24 Jun 2019 | Kabar Baik

Hari ini Gereja Katolik memperingati Hari Lahir Santo Yohanes Pembaptis, sepupu Yesus, anak Elizabeth dan Zakharia, pemuka agama Yahudi.

Riwayat Yohanes Pembaptis

Seperti halnya Yesus, Yohanes Pembaptis lahir dari ?keluarbiasaan?. Ayahnya, Zakharia,? ketika dikabari malaikat tentang anak yang dikandung istrinya, sempat ragu. Maklum, Elizabeth dan Zakharia sudah tua, bahkan Elizabeth mandul. Untuk ketidakyakinannya itu, ia dibuat bisu oleh malaikat. (lih. Luk 1:20).

Kelahiran Yohanes pun menjadi buah bibir di seluruh pegunungan Yudea. Seperti ditulis Lukas dalam Kabar BaikNya hari ini, kelahiran Yohanes membuat banyak sanak-saudara dan tetangga Elizabeth-Zakharia bersuka cita dan ayahnya, Zakharia, kembali bisa berkata-kata untuk memuliakan Tuhan.

Pada saat besar, Yohanes memiliki peran penting. Ia menjadi ?pembuka jalan? bagi kedatangan Yesus. Ia mengemukakan kedatangan Mesias dalam percakapan orang-orang, membaptis mereka di Sungai Jordan? termasuk pada nantinya Yesus, sepupu dan Tuhannya itu, dibaptisnya di sana. (lih. Mat 3:13-17)

Yohanes mati dipenggal kepalanya oleh Herodes, raja berkuasa yang sebenarnya suka dan tertarik juga dengan apa yang diajarkan Yohanes. Hanya karena bujukan Herodias, istri baru yang direbut dari saudaranya sendiri, Filipus, Herodes lantas memenggal kepala Yohanes hingga mati. (lih. Mrk 6:14-29)

Jika ia tak pernah ada

Kadang aku berpikir, apa yang terjadi dengan Yesus jika Yohanes Pembaptis tidak pernah dilahirkan?

Mungkinkah formasi murid akan berbeda karena banyak murid-murid Yohanes yang lantas menjadi pengikut Yesus? 

Mungkinkah Yesus tidak dibaptis?

Mungkinkah orang-orang akan lebih sulit menerima Yesus karena Ia tidak diperkenalkan lebih dulu oleh Yohanes Pembaptis sebagai Mesias?

Jika kita menggunakan cara pikir manusia, jawabnya barangkali bisa beraneka rupa.

Bagi Yesus yang adalah Tuhan, jika Yohanes Pembaptis tidak pernah dilahirkan, Allah Bapa sudah pasti menggunakan rencana lain yang lebih indah untuk tetap mengirimkan AnakNya yang tunggal ke dunia. 

Tanpa Yohanes barangkali Yesus tidak dibaptis tapi lagi-lagi Allah Bapa pasti punya sarana lain untuk menyatakan bahwa Yesuslah Anak yang Dikasihi dan kepadaNya lah Ia berkenan. (lih. Mat 3:17)

Tanpa Yohanes Pembaptis, Rasul Yohanes dan para murid lain mungkin tak ada tapi digantikan orang-orang yang memiliki tugas yang sama; menjadi sarana bagiNya untuk memuliakan Dia.

Jika kita tak pernah ada

Dari Yohanes Pembaptis, hari ini, aku belajar tentang penting-tidak pentingnya kita dalam rencana kemuliaan Tuhan.

Mari berkaca dan bertanya, ?Jika aku tak ada, akankah kemuliaan Tuhan tersampaikan di hidup di sekitarku?? Jawabannya barangkali adalah, ?Tentu! Tapi melalui orang lain!?

Tapi mari kembali berkaca, ?Tapi kenapa aku ada? Kenapa bukan orang lain saja yang harus mewartakan Kabar BaikNya??

Jawabannya barangkali adalah, karena kita berharga di mata Allah. Sebagaimana Yohanes Pembaptis dan semua orang yang berkenan dihadapanNya. Kita berharga karena menjadi alat kemuliaan bagi Bapa!

Sydney, 24 Juni 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.