Jika Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, untuk apa kita berdoa?

12 Mar 2019 | Kabar Baik

Oleh Yesus, kita diminta untuk tidak berdoa secara bertele-tele. Alasannya, Tuhan tahu apa yang kamu perlukan sebelum kamu meminta kepadaNya. (lih. Matius 6:8)

Akan tetapi, sebagian orang menanggapi ajakan untuk tidak bertele-tele itu dengan tidak berdoa sama sekali! Alasannya? ?Karena Tuhan sudah tahu yang kita perlu sebelum meminta, jadi untuk apa kita berdoa??

Kita berdoa sejatinya tidak hanya untuk meminta.? St Theresia Kanak-kanak menggambarkan doa sebagai sesuatu yang indah,

??doa adalah ayunan hati, satu pandangan sederhana ke Surga, satu seruan syukur dan cinta kasih di tengah percobaan dan di tengah kegembiraan?

Doa adalah soal hubungan dengan sosok dan tempat yang pada nantinya kita akan kembali untuk selamanya, Bapa di Surga.

Bertele-tele

Lalu bagaimana menengarai doa yang bertele-tele?

Aku pernah bersama beberapa kawan sepelayanan diundang makan di sebuah keluarga. Oleh yang mengundang, salah satu kawanku diminta memimpin doa makan.

Kamipun berdoa.
Tapi adapun arah doa kawanku tadi amat tidak jelas. Mula-mulanya sih OK, ia mengucap syukur atas makanan yang diberi, mendoakan keluarga yang mengundang, mereka yang menyiapkan serta mereka yang saat ini belum bisa makan seenak kami. Tapi tak berhenti di situ, ia lantas memfokuskan doa pada kelaparan dunia, menyangkut negara-negara yang sedang dilanda masalah kelaparan dan lain sebagainya.

Aku sempat membuka mata perlahan dan kulihat pihak keluarga ada yang mulai tak tenang. Mata mereka terbuka, ada yang senyum-senyum tapi ada juga yang menggurutu mungkin karena doa kawanku kelamaan dan keburu lapar.

Aku segera memberi kode pada kawanku yang asyik berdoa tadi. Kutendang kakinya pelan-pelan dan ia menyudahi doanya.

Doa yang tidak fokus pada intensinya

Itulah contoh doa yang bertele-tele. Doa yang tidak fokus pada intensi doa sejak awal mula. Fokusnya jelas bersyukur atas makanan maka berdoalah untuk mereka yang menyediakan serta menyiapkan. Mendoakan mereka yang belum bisa makan seenak kita, boleh saja tapi jangan kelamaan. Kalau mau membantu mereka jangan hanya lewat doa tapi lewat aksi nyata, setelah makan.

Meski demikian, sejatinya tak semua doa yang panjang itu pasti bertele-tele. Meskipun doa yang panjang sejatinya bisa diringkas namun tetap penuh makna dan tetap indah.

Doa yang ringkas

Bagaimana cara merangkai doa yang ringkas dan indah serta penuh makna? Semua datang karena terbiasa. Maka biasakanlah dulu untuk berdoa maka makin lama kamu akan makin terbiasa untuk meringkasnya. Meringkas bukan karena bosan hal-hal yang diminta tak kunjung dikabulkan tapi meringkas karena kamu benar-benar tahu bahwa Bapa mengerti yang kamu butuhkan sejak sebelum kamu memintaNya.

Sydney, 12 Maret 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.