Satu hal yang menarik untuk diperhatikan di Sydney pada hari-hari kerja adalah adanya fenomena orang kerja yang mengenakan busana resmi tapi lantas memadukannya dengan sepatu olahraga sebagai alas kakinya. Tak kenal jenis kelamin dan tua-mudanya usia, kebanyakan berlaku demikian meski tak semua.
Awalnya aku berpikir, kenapa mereka berbuat seperti itu. Sudah hilangkah rasa untuk menimbang dalam berbusana sehingga bisa sedemikian buruknya?
Tak lama sebelum ini, dari beberapa orang kawan yang iseng kutanya mengapa mereka mengenakan sepatu olahraga sementara atasannya adalah stelan jas lengkap dengan dasi maka ada beberapa hal yang bisa jadi adalah alasan global dari fenomena ini.
Sekalian berolahraga.
Pekerjaan memang membelenggu sebagian besar waktu hidup kita dalam sehari. Oleh karenanya hilang kesempatan untuk berolahraga di pusat-pusat olahraga. Sebagai gantinya, jalan kaki dari rumah/apartment ke tempat kerja atau dari bus shelter ke tempat kerja dan sebaliknya adalah satu bentuk kegiatan yang bisa dikategorikan sebagai olahraga, maka mereka mengenakan sepatu olahraga.
“Tapi, kalau memang begitu kenapa tak skalian kamu lepas jas dan berganti dengan pakaian olahraga saja?” tanyaku dan pertanyaanku itu tak terjawab selain “Well.. i have no idea!”
Ngirit Sol Sepatu.
Ada pula temanku yang berujar bahwa dengan tidak mengenakan sepatu formal selama berjalan kaki sepanjang trotoar adalah untuk mengirit sol sepatu sehingga tidak mudah aus. Alasan ini sesungguhnya masuk akal tapi yang kemudian menjadi satu pop-up di dalam otakku adalah kenyataan bahwa harga sepatu olahraga dengan sepatu resmi terkadang justru lebih mahal sepatu olahraganya.
Ketika kutanya demikian, temanku itu tadi menjawab, “Ya kalau gitu beli sepatu olahraganya yang lebih murah dari sepatu resmi!” Merasa tak mau kalah, akupun kembali menjawab “Kenapa nggak beli sepatu resmi yang lebih murah dari sepatu olahraga sehingga kamu nggak sayang makainya”. Dan ia menjawab dengan pola yang sama yang membosankan…
Sepatu Resmi Tak Enak untuk jalan.
Ini alasan gombal! Tak mungkin ada perusahaan sepatu yang tak mengusahakan supaya produknya nyaman untuk dikenakan termasuk untuk jalan kaki. Kalaupun ada barangkali sudah bangkrut sejak lama dan kalaupun kalian punya yang seperti itu, ya buang saja dan lupakan merk itu ketika kamu mau beli lagi di toko sepatu.
Alasan mode.
Gubrak! Kali ini semakin tak masuk akal… Aku bukan pemerhati mode dan semakin tua, pertimbangan fashionku semakin konvensional tapi meski demikian aku toh pernah muda dan merasakan betapa noraknya cara berpakaian remaja itu tapi sungguh, perpaduan jas dengan sepatu kets atau rok pendek lengkap dengan stocking dan sepatu crosscountry adalah satu bentuk kenorakan yang cenderung lebih buruk ketimbang yang kerap dilakukan remaja-remaja tanggung.
Tinggalkan Balasan