Jangan takut untuk percaya, Ia bersamamu!

5 Feb 2019 | Kabar Baik

Anak Yairus sekarat.
Tapi kepala rumah ibadat itu tak mau menyerah. Ia datang kepada Yesus, tersungkur di hadapanNya lalu berkata, ?Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.” (Markus 5:23)

Yesus lalu pergi bersama Yairus mendatangi rumahnya. Namun ketika sampai, salah satu anggota keluarga mendatangi Yairus dan berkata,  “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?” (Markus 5:35)

Tapi hal itu tidak dihiraukanNya. Berkatalah Yesus kepada Yairus, “Jangan takut, percaya saja!” (Markus 5:36)

Hawa negatif, hawa pesimis

Aku punya teman yang ?hobinya? sering melemahkan motivasi orang, membawa hawa negatif, hawa pesimis dalam bercakapan, seperti salah satu keluarga si Yairus itu.?

?Ngapain kamu ikut lomba bikin web. Nggak usah lah repot-repot ya kalau menang, kalau tidak?? kata teman tadi di awal 1999 dulu saat ada lomba bikin web di kampus. Aku tutup telinga, ikut lomba dan akhirnya menang!

Sekitar delapan bulan kemudian ada beberapa kakak angkatan di SMA De Britto mengajakku membuat usaha web development company, orang tadi bilang gini, ?Kamu menang lomba web bukan berarti bisa sukses jualan web, ngapain sih repot-repot?? Lagi-lagi aku tutup telinga, ikut bikin usaha dan sampai sekarang usaha itu jadi usaha besar di Tanah Air meski aku tak lagi bercokol di sana.

Tujuh tahun berikutnya, 2007, saat mengantri di depan bank di Jogja, eh aku ketemu lagi dengannya. Mungkin salahku ngapain crita-crita kalau aku hendak berpikir untuk pindah ke Australia. Tau apa komentarnya? ?Kamu udah sukses di Jogja, ngapain pergi ke Australia?? Lagi dan lagi dan lagi aku tutup telinga,  mengikuti kata hati yang sudah kukuh pada keputusan untuk pindah ke tanah ini.

Apa yang dilakukan kawanku tadi barangkali sama dengan yang dilakukan saudara si Yairus.  Niatnya bagus, ngapain sih sampai ngundang Yesus kalau anaknya sudah mati? Kan kerjaan Yesus itu banyak dan kalau mati ya udah tinggal dikubur, kan?

Niat kawanku tadi juga nggak jelek. Ia menyarankan aku untuk nggak usah ikut lomba web, mending kuliah aja yang lurus-lurus supaya cepat lulus. Ia memintaku untuk mempertimbangkan saat hendak bikin usaha, lagi-lagi karena barangkali ia tak mau kecewa kalau aku bangkrut. Atau saat tahu bahwa aku akan ke Australia, ia menyayangkan kesuksesanku seolah-olah sukses itu hanya diukur pada besar-kecil perusahaan.

Selalu bersamaNya

Tapi, Don? Bagaimana kita bisa tahu itu adalah rencana Tuhan dan yang bukan? Kalau ternyata Tuhan justru maunya kamu mengikuti apa yang dikatakan kawanmu itu? 

Sebelum menjawab, dari cerita Kabar Baik hari ini (Markus 5:21-43) aku justru ingin bertanya lebih dulu, ?Dimanakah Yairus sepanjang ia berjalan menuju kembali ke rumahnya??

Yairus pergi bersama Yesus seperti ditulis Markus dalam Markus 5:24. Ia menemani Yesus untuk datang ke rumahnya guna menyembuhkan anaknya yang sekarat. Kira-kira apa yang dilakukan Yairus sepanjang jalan tadi? Ngobrol, berkeluh-kesah menyampaikan kekhawatiran dan kesedihan tentang anaknya serta menerima masukan-masukan dari Yesus.

Yairus tentu juga melihat bagaimana saat sedang dalam perjalanan ada seorang perempuan tua yang sembuh dari pendarahan bertahun-tahunnya hanya karena ia percaya dan menjamah jubahNya (Markus 5:25-29) sebelum akhirnya sampai di rumah dan Yesus benar-benar membangunkan anak perempuannya yang mati.

Jangan takut untuk percaya

Jadi?
Ketika kamu bimbang namun pada akhirnya membuat keputusan pastikan Yesus bersamamu. Ajak Dia ngobrol, tunjukan jalan yang sudah kamu putuskan dan undang Ia untuk berjalan bersamamu. Dengarkan apa yang Ia katakan serta perhatikan kehebatan dan kedahsyatanNya sepanjang perjalanan itu. Niscaya pertanyaan tentang ?mana yang rencana Tuhan dan mana yang bukan? itu tidak akan pernah ada lagi lha wong Dia tepat ada di dalammu dan kamu di dalamNya?

Jangan takut untuk percaya, Ia bersamamu dan kamu nggak akan pernah rugi untuk itu!

Sydney, 5 Februari 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.