Jangan takut! Tuhan sayang kamu?

11 Agu 2019 | Kabar Baik

Hari ini Yesus memulai percakapan dalam Kabar Baik dengan frase yang amat terkenal, ?Jangan takut?. Selengkapnya adalah sebagai berikut, ?Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.? (lih Lukas 12:32)

Apakah hidup ini benar-benar menakutkan?

Merenungi hal itu, aku tergelitik untuk bertanya, adakah sejatinya hidup ini memang benar-benar menakutkan?

Mari kita ukur seberapa menakutkan hidup dalam contoh kasus yang cukup sederhana: cuaca.

Suatu pagi kamu berencana untuk pergi ke kantor. Ketika sudah bersiap untuk berangkat tiba-tiba suara petir menggelegar dan hujan tertuang begitu deras dari langit.

Karena kamu menggunakan sepeda motor, istri tercintamu mengingatkan, ?Mas, apa nggak sebaiknya nunggu sampai hujan sedikit reda??

Kamu membalas, ?Wah aku harus berangkat sekarang, Dik! Kalau ?nggak nanti bisa telat meeting jam 9!?

Istrimu lantas berujar lagi, ?Kalau begitu, apa nggak sebaiknya kamu panggil taksi online??

Lagi-lagi kamu membalas, ?Wah! Nggak! Mahal!?

Istrimu belum berhenti menanggapi, ?Hmmm, kalau begitu kamu pakai jas hujan supaya gak terlalu basah lalu nanti ketika sampai dikan?.?

Belum selesai bicara kamu sudah meninggalkannya?.

Ketakutan-ketakutan kita

Coba simak, dari percakapan di atas ada berapa ketakutan?

Ketakutan pertama adalah yang datang dari istrimu. Karena hujan sedang deras-derasnya ia memintamu tahan diri dulu. Berkendara di saat hujan lebat tentu membahayakan karena lebih butuh perhatian. Belum lagi petir menggelegar. Kalau kamu kesambar petir bagaimana? Kalau petir menyambar pohon lalu pohonnya jatuh tepat ke arahmu, bagaimana?

Ketakutan kedua, datang dari dirimu sendiri. Kamu merasa tetap harus berangkat saat itu juga meski hujan deras karena takut telat meeting jam 9! Kalau kamu nggak datang/telat meeting, bos bisa marah-marah. Kalau bos marah, karirmu bisa terhambat.

Ketakutan ketiga, lagi-lagi datang dari dirimu sendiri. Saat istrimu menyarankan untuk pakai taksi online, kamu takut mahal .

Ketakutan keempat datang dari istrimu. Ia tak mau kamu sakit karena basah kuyub maka ia menyarankan untuk menggunakan jas hujan. Kalau kamu sakit dan tak bisa masuk kerja, siapa yang bisa mencari nafkah?

Jadi, hidup ini memang menakutkan. Bukan karena hal-hal yang menakutkan itu tak bisa dilawan tapi karena kita yang punya banyak kelemahan.

Jangan takut

Lalu bagaimana cara Tuhan untuk melindungi kita dari hidup yang menakutkan?

Ia tidak menjanjikan langit yang selalu biru, hidup yang penuh senyum serta hal-hal mudah. Ia paham kita harus melewati hidup yang menakutkan ini hingga tuntas nanti. Yang Ia janjikan adalah ketika semuanya berakhir, kita akan memperoleh kerajaanNya.

Artinya, ketika sang suami dalam cerita di atas akhirnya pergi ke kantor dengan berhujan-hujan ria, masuk angin, telat sampai kantor dan  dimarahi bos, ia tetap orang yang diperhitungkan Tuhan sebagai sosok yang nantinya akan mendapat KerajaanNya. Asalkan, ia tetap setia di dalam Tuhan.

Atau ketika kekhawatiran sang istri menjadi nyata, sang suami mengalami kecelakaan karena ditabrak dari belakang mengingat jarak pandang yang berkurang karena lebatnya hujan dan membuatnya harus dirawat serta kehilangan pekerjaan?. Tuhan tetap memperhitungkan sebagai sosok yang nantinya akan mengalami Rahmat dariNya. Asalkan, ia tetap setia kepadaNya.

Maka, jangan takut.

Bukan karena hal-hal yang menakutkan tidak akan menimpa kita, tapi karena sekalipun yang paling tidak pernah kamu bayangkan karena saking menakutkannya itu terjadi kepadamu? Tuhan selalu sayang kamu!

Sydney, 11 Agustus 2019

Sebarluaskan!

1 Komentar

  1. Juoss…aku sudah mengalaminya…???

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.