Jangan salahkan dia yang hampir telanjang, barangkali kita yang mata keranjang?

16 Jun 2017 | Kabar Baik

Kabar Baik Hari Ini 16 Juni 2017

Matius 5:27 – 32
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

Renungan

Pernahkah kamu mendengar pendapat yang mengatakan bahwa yang ikut andil salah dalam sebuah kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual adalah karena sang korban, biasanya wanita, terlalu mengumbar aurat sehingga menerbitkan hawa nafsu dari pelaku?

Pernahkah juga kamu berpikir kenapa banyak perselingkuhan terjadi antar-rekan kerja di sebuah perusahaan? Selain frekuensi pertemuan, ada juga yang bilang bahwa ia tertarik pada rekan sekerjanya karena make-up tebal yang dipoles di wajah, parfum wangi yang memikat, blouse pendek yang dikenakan serta sepatu hak tinggi yang dipakai membuat penampakan tubuhnya lebih tampak seksi dan berisi.

“Kalau kamu nggak percaya, coba suruh mereka pakai daster, nggak usah pakai makeup dan sendal jepit, mungkin perselingkuhan tak terjadi!” begitu kilahnya membela diri.

Tapi Yesus hari ini bicara ‘lain’.

Ia tak meminta kita menyuruh mereka untuk mengenakan pakaian tertutup atau daster serta melarang penggunaan make-up kalau hal itu hanya demi supaya kita tak berzinah dan tak memperkosa/melecehkan.

Ia meminta kita untuk menahan diri, kalau perlu menyalahkan mata dan tangan kita sendiri jika karena itu semua hal-hal tersebut di atas terjadi!

Kenapa?
Sesederhana menerima kenyataan bahwa kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri dan tak berhak untuk merampas kemerdekaan dan kehendak bebas seseorang.

Jadi, jangan salahkan si dia yang hampir telanjang, barangkali kita yang mata keranjang?

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.