Jangan minta tanda, mintalah supaya naluri lebih peka mengenalinya

12 Feb 2018 | Kabar Baik

Tahukah kalian bahwa Tuhan pun bisa mengeluh.?Tak percaya? Mau tahu bagaimana keluhanNya? Seperti ditulis Markus, baca di bawah ini:

?Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda.” (Markus 8:12)

Yesus mengeluh karena perilaku orang-orang Farisi yang katrok! Mereka meminta tanda dariNya untuk membuktikan keilahianNya. Padahal Yesus telah begitu banyak membuat mukjizat; menyembuhkan orang sakit, mengubah air menjadi anggur, memberi makan orang banyak bahkan membangkitkan orang mati menjadi hidup kembali.

***

Setiap pagi, sesampainya di kantor, aku selalu menyempatkan membeli secangkir kopi di warung langganan. Sembari mengantri, selalu saja ada yang menarik dari obrolan yang kudengar maupun kuikuti dan kadang kutimpali dari sesama pelanggan yang kebanyakan juga pekerja kantoran di Sydney ini.

Ada yang seru membahas recap pertandingan rugby weekend lalu. Atau prediksi-prediksi tentang nomer togel yang akan diundi, cuaca pekan ini, rencana liburan mendatang (padahal liburannya masih jauh) hingga murungnya seorang ibu karena semalam anaknya yang masih bayi bangun-bangun melulu minta susu!

Tapi pagi tadi ada yang istimewa.
Seorang bapak berusia sekitar 55 tahun sedang membaca koran sambil menikmati secangkir latte. Tiba-tiba ia berkomentar pada kawan lainnya, ?Geezzz! Angka pengangguran tinggi banget. Four point something percent, Mate!??Kawan lainnya, sebaya kira-kira, hanya tersenyum mengangkat bahu lalu berkomentar singkat, ?Unbelievable!?

Pembicaraan yang begitu singkat itu ujug-ujug mencerahkanku.

Ya! Kalau dipikir-pikir ?unbelievable? karena angka pengangguran itu untuk negara ini sudah termasuk tinggi!?Tapi ?unbelievable? juga kalau aku yang hanya seorang biasa ini masih diberi pekerjaan dan tak termasuk dalam mereka yang ada di angka empat koma something itu.

Hal ini menamparku karena beberapa hari belakangan ini aku agak keki. Dua minggu lalu aku menggebu-gebu melamar sebuah pekerjaan baru dan diterima! Sayangnya ketika negoisasi gaji, calon perusahaan itu tak berani untuk setidaknya menyamai gajiku saat ini. Dengan berat hati akupun menolak pinangannya.

Melalui sebuah fragmen hidup nan singkat yang remeh-temeh seperti obrolan pagi ini aku merasa telah diberi tanda dari Surga bahwa aku harus lebih banyak bersyukur. Aku tak meminta tanda lebih untuk bersyukur karena potongan itupun sudah cukup.

Kawan, tanda-tanda dariNya ada begitu banyak hadir di dunia ini. Pejamkanlah matamu lalu bayangkanlah hal terindah yang kamu miliki dan syukurilah karena kamu boleh mengecapnya. Pejamkanlah lagi matamu sekali lagi lalu bayangkanlah hal terburuk yang kamu hadapi baru-baru ini? Meski menyesakkan, syukurilah bukan karena hal tersebut tapi karena saat ini kamu masih diberi kesempatan untuk membayangkannya yang berarti menandakan kamu masih hidup.

Jangan bersikap seperti orang Farisi yang menyusahkan karena minta tanda. Jangan memiliki iman kekanak-kanakan yang seolah kalau tak disuapi maka tak diberi makan. Sebaliknya, mintalah supaya nalurimu diperkuat dan menjadi lebih peka terhadap tanda yang bertebaran dan berasal daripadaNya.

Sydney, 12 Februari 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.