Jangan bangga! Jangan!

14 Sep 2018 | Kabar Baik

Herodes nekad menikahi Herodias padahal menurut aturan yang diajukan Yohanes Pembaptis, hal itu tidak diperbolehkan. Apa pasal? Herodias adalah istri Filipus yang tak lain adalah saudara Herodes sendiri.

Karena geram, Herodias pun mendesak Herodes membunuh Yohanes Pembaptis. Namun, karena Herodes itu menyukai pengajaran dan menganggap bahwa Yohanes itu orang baik dan benar, ia memilih memenjarakannya saja.

Herodias tak berhenti.
Ia mencari celah pokoknya gimana caranya supaya Yohanes mati! Dan kesempatan itupun datang. Adalah anak perempuan Herodias (anak tiri Herodes). Ia penari yang baik dan pada satu kesempatan ia diminta menari di hadapan Herodes beserta para tamu.

Herodes pun terbuai dengan tariannya. Keterbuaian itu membuatnya memberi kesempatan pada anak tirinya itu untuk meminta satu hal yang pasti akan diluluskannya.

Setelah dibisiki Herodias, anak perempuan itupun berkata pada Herodes,? “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!” (lih. Markus 6:25).

Apa mau dikata, Herodes terlanjur bilang akan menepati janji apapun permintaan si anak. Yohanes pun dibunuhnya.

Apa yang kita bisa pelajari dari sini? Jangan bangga kalau kamu beragama dan punya penilaian bahwa ajaran-ajaranNya itu baik serta benar!

Kenapa? Karena kalau hanya begitu, Herodes yang terkenal lalim pun sama! Ia juga punya penilaian bahwa ajaran-ajaran Yohanes Pembaptis yang berasal dariNya adalah baik dan benar!

Banggalah ketika kita berhasil teguh dalam penilaian itu bahkan saat kita sedang dibuai dan dilenakan oleh dunia! Tapi? jangan juga bangga terlalu lama! Bangga karena merasa beriman pun tak kurang membahayakan! Hal itu bisa mengubah kita menjadi sombong dan angkuh dan itulah jalan yang mudah dimanfaatkan oleh si jahat menyelinap dan menghancurkan apa yang seharusnya kita banggakan?

Sydney, 14 September 2018

Jangan lupa isi?Survey Kabar Baik 2018. Hasil isian kalian dalam survey tersebut sangat mempengaruhi bagaimana pola tulisan dan distribusi renungan Kabar Baik ini akan berkelanjutan.?Klik di sini?untuk informasi selengkapnya!

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.