Jadi orang kudus. Bisakah?

1 Nov 2017 | Kabar Baik

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
(Matius?5:10)

Kecuali orang dari daerah Kudus, tak ada orang kudus di dunia ini, Bos! Begitu kata kawanku dulu, Tunggonono namanya.

Tapi benarkah demikian? Benarkah kita tak bisa kudus?

Sebentar? ngomong-ngomong apakah kudus itu? Kekudusan adalah kesucian. Setiap orang yang menerima sakramen pembaptisan, ia menerima rahmat kekudusan seperti tertulis dalam Katekismus Gereja Katolik, 1265, ?Pembaptisan tidak hanya membersihkan dari semua dosa, tetapi serentak menjadikan orang yang baru dibaptis suatu ?ciptaan baru?

Namun sifat manusiawi dan keduniawian tak jarang membuat rahmat itu kita sia-siakan dengan terus-menerus berbuat dosa dan lekat pada hal-hal nan fana.

Padahal, masih menurut Katekismus Gereja Katolik nomer 1269, setelah dibaptis kita tak lagi menjadi diri sendiri. Kita sudah menjadi milik Dia (Yesus) yang telah wafat dan bangkit untuk kita. Kita diminta untuk bersekutu dengan Gereja, merendahkan diri kepada orang lain, melayani mereka, mematuhi pemuka-pemuka Gereja, tunduk, mengakui dan menghormati mereka.

?Jadi sebenernya kalau kita tak berbuat dosa dan lekat pada dunia serta mengikuti apa yang tertulis dalam Katekismus itu kita akan jadi kudus ya, Bos?? tanya Tunggonono lagi.

Betul! Tapi sungguhpun demikian siapa yang sebenarnya berhak mengatakan bahwa kita ini sudah kudus dan yang lain tidak?

Apalah pentingnya pengakuan yang kita dapat dari manusia tentang kekudusan kalau sebenarnya kita sendiri tahu belum terlalu kudus? Bukanlah lebih baik terus berusaha untuk berjuang dalam hening supaya kita tetap kudus tanpa peduli apa kata dan penilaian orang?

Marilah menganggap hidup ini sebagai sebuah pertandingan seperti yang ditulis Santo Paulus dalam suratnya kepada umat di Timotius. Pertandingan bukan antara kita dengan sesama tapi antara kita dengan hawa nafsu dan kedosaan yang harus kita menangkan dengan cara selalu memelihara iman. Sehingga nanti ketika kita telah mencapai garis akhir, bukan lagi manusia yang mengakuinya melainkan Tuhan Yesus yang menerima setiap usaha yang telah kita lakukan untuk menjadi orang kudus selama hidup. Ialah yang akan mengangkat dan tak malu mengakui kita di hadapan BapaNya.

Kecuali kamu pengen buru-buru jadi orang Kudus, Nggon, saranku pindahlah ke kota Kudus yang terletak di timur kota Semarang itu. Dengan menetap di sana kamu layak disebut orang Kudus!

Selamat merayakan Hari Raya Orang Kudus!

Sydney, 1 November 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.