Jabatanmu sudahkah sesuai dengan perutusanNya kepadamu?

8 Agu 2018 | Kabar Baik

Setelah Yesus memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan, Ia didesak dan hendak diangkat menjadi raja.

“Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.” begitu ujar mereka seperti tertulis dalam Yohanes 6:14.

Tapi ?anehnya? Yesus menolak. Ia menyingkir lalu menyendiri di gunung.

Sikap Yesus ini menarik.
Dua faktor pendukung telah diraihNya, kemampuan dan pengakuan.

Ia menunjukkan kemampuanNya untuk memberi makan pada lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. Pengakuan didapat dari orang-orang yang hendak mendesakNya menjadi raja. Tapi Yesus menolak.

Penolakan sikapNya, jika boleh mengira-ira adalah karena menjadi raja itu bukan perutusan yang diberikan Bapa kepadaNya. Bapa mengutus Yesus untuk menebus dosa dunia melalui pengorbanan di kayu salib sehingga kalau Ia menjadi raja, penebusan tak terjadi.

Mari kita melongok ke masa kini?
Hari-hari ini ramai orang bergunjing siapa yang akan maju jadi capres dan cawapres. Beberapa waktu yang lalu, ramai pula orang saling beradu saing menjadi yang terbaik untuk memperebutkan jabatan pimpinan daerah baik.

Apa yang dilakukan Yesus hari ini kiranya menjadi petunjuk bagi kita bahwa mereka yang nantinya maju (dan terpilih) adalah mereka yang memang setidaknya mampu, dipilih dan mereka telah mengenali dan mengerti perutusan yang diberikan Tuhan kepadanya.

Tapi bagaimana sih mengetahui apa perutusan Tuhan kepada kita?

?Kalau mau tahu, kamu harus mendengarkan suara Tuhan??

Tepat.
Sebagian ada yang menerjemahkan mendengarkan suara Tuhan sebagai berdoa berlarut-larut atau meditasi dan menjalani laku-puasa dan di sana mereka menemukan itu; suara Tuhan.

Salah? Tidak! Setiap orang berhak untuk mencari dan menemukan.

Tapi bagiku, mendengarkan suara Tuhan itu juga bisa datang dari apa yang kita baca dalam Kitab Suci.

Seperti ditulis Markus, Yesus, sebelum naik ke surga, mengutus para murid dengan berkata, ?Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.? (Markus 16:15).

Bukankah itu suara Tuhan?
Jadi, perutusan kita sudah begitu jelas, memberitakan Injil yang dalam prakteknya kupahami sebagai tak melulu menceramahi orang dengan membaca Injil tapi juga bagaimana menjadikan kehidupan kita adalah pelaksanaan dari hukum-hukum Tuhan.

Di sini semuanya jadi tampak lebih jelas.

Apapun jabatan yang sedang kamu incar sejatinya jadi tak masalah untuk dikejar asalkan kamu punya kemampuan, kamu punya dukungan dan dalam pelaksanaannya sejauh mana kamu bisa semakin memuliakan Allah, mewartakan kasihNya bagi sesama?

Sydney, 29 Juli 2018

Sebarluaskan!

1 Komentar

  1. Puji Tuhan,Berkah Dalem

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.