Iman yang tidak ikut-ikutan, iman satu tujuan, satu gembala

8 Mar 2019 | Kabar Baik

Kabar Baik hari ini mengingatkan kita pentingnya untuk memiliki iman yang tidak ikut-ikutan. Iman yang memiliki dan memahami alasan terbaik ketika melakukan segala sesuatunya.

Para murid Yohanes Pembaptis mendatangi Yesus dan bertanya kenapa para muridNya nggak berpuasa, sementara mereka dan orang-orang Farisi berpuasa?

Yesus pun menjawab, ?Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.? (Mat 9:14-15)

Bukan iman ikut-ikutan

Iman kita selayaknya bukanlah iman yang ikut-ikutan. Contoh iman ikut-ikutan adalah ketika orang-orang pada pantang dan puasa, kita lantas ikut-ikutan tanpa mengenal alasan kenapa harus pantang dan puasa?

Ya supaya nggak ketinggalan jaman, Don!
Supaya nggak dibilang nggak beragama, Don!
Ya sambil menyelam minum air lah! Sambil pantang dan puasa siapa tahu malah jadi langsing, kan?!

Lalu bagaimana iman yang tidak ikut-ikutan?

Iman yang tidak ikut-ikutan adalah iman yang mengikuti satu tujuan terbaik. Kita harus mengerti tujuan pantang dan puasa yang adalah sebagai sarana pernyataan tobat demi hukum ilahi (Kitab Hukum Gereja Katolik Kan. 1249)

Menjalankan iman yang tidak ikut-ikutan juga bukan berarti iman yang ?asal beda? lho! Apalagi sebagai umat Katolik, kita tahu bahwa hirarki Gereja harus kita hormati. Sebagaimana para murid mengikuti Yesus, kita diajak mengikuti Gembala kita.

Seperti yang dituturkan Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko dalam video di bawah ini. Amat menarik dan mencerahkan. Plus, di akhir tayangan kita diberkati oleh Romo Rubi.

Yuk kita simak bersama-sama.

https://www.youtube.com/watch?v=-lB5ajNVwNQ&feature=youtu.be

Aku mengajak kalian semua untuk mencari ajakan dan penuturan dari para uskup setempat tentang pantang dan puasa baik melalui internet, buletin di gereja maupun menanyakan langsung pada pejabat Gereja.

Sekalian kita mengenal lebih dekat profil mereka dalam masa Pra-Paskah ini karena bukankah tak kenal maka tak sayang?

Sydney, 8 Maret 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.