I’ll keep you updated!

24 Feb 2014 | Cetusan

Salah satu kalimat yang paling sering kulontarkan kepada klien ketika sedang mengerjakan proyek miliknya adalah “I’ll keep you updated!” Dalam Bahasa Indonesia, bisa kuartikan sebagai “Kukabari kamu selalu! (kalau ada hal-hal baru yang perlu untuk kukabarkan)

…kebanyakan klien lebih menghargai orang yang bekerja dengan terus mengabarkan perkembangan proyek…

Memberi kabar status tentang proses sebuah proyek kepada klien adalah hal yang sangat penting. Dari pengalamanku, kebanyakan klien lebih menghargai orang yang bekerja dengan terus mengabarkan perkembangan proyek ketimbang mereka yang mulai bekerja, menghilang sebulan lalu tiba-tiba jadi.

Hal ini sama artinya dengan menjadikan klien sebagai bagian dari tim kerja, bukan pendekatan baru sebenarnya karena aku sudah mengenalnya sejak ?nyemplung? ke dunia pekerjaanku, lebih dari 14 tahun silam.

?I’ll keep you updated? juga bisa diartikan sebagai ungkapan bahwa apapun yang terjadi terkait dengan proyek yang sedang dikerjakan, kita akan mengkomunikasikannya kepada klien.

Ia bersifat kekinian sekaligus prediktif bagi klien. Jadi misalnya kita sedang mendekati deadline. Karena kita terbiasa menggunakan kalimat tadi, ketika kita melihat ada masalah yang mungkin terjadi di depan, kita segera memberi tahu klien,

“Aku sedang melakukan proses migrasi file ke server. Setelah semuanya beres, langkah berikutnya adalah menghubungkan web dengan database. Prosesnya akan makan waktu kira-kira 1 jam mulai dari sekarang… I’ll keep you posted!”

Lalu dalam satu jam itu kita mendapati masalah ketika menghubungkan web dengan database. Kita lantas memberi tahunya,

“Apologize! Tapi ternyata kita mendapatkan masalah saat menghubungkan database. Aku akan mencari tahu penyebabnya dan .. i’ll keep you updated!”

Hal itu tentu lebih menyenangkan bagi klien ketimbang kita yang tak pernah memberi kabar lalu tiba-tiba bilang, “Wah, maaf ya lama banget jadi molor dua jam karena tadi ada masalah begini-begini…”

Penggunaan ?I?ll keep you updated? sebenarnya bisa juga diaplikasikan pada banyak hal dalam kehidupan kita.

Orang yang berpacaran terpisahkan jarak, misalnya, saling mengirimkan kabar adalah hal terbaik karena hal itulah satu-satunya yang mampu meyakinkan satu sama lain bahwa mereka masih saling mencintai.

Seorang pacar seharusnya lebih menanti kabar sesering mungkin dari pasangannya ketimbang selang beberapa waktu tanpa kabar tau-tau bilang ?Kamu tau nggak aku cinta banget sama kamu!??Logikanya, mana bisa percaya kalau kamu cinta banget tanpa pernah memberi kabar sekalipun?

Meski terkadang ada juga pihak yang justru memanfaatkan kalimat tadi sebagai alasan yang sebaliknya; memberi kabar kepada orang yang mengharap kabar seolah semuanya baik-baik saja, meninabobokan mereka dengan kenyataan bahwa kita pasti akan selalu mengabari mereka tapi akhirnya malah memanfaatkan sela waktu ?tak berkabar? untuk melakukan hal-hal lain yang tentu saja tak seharusnya dilakukan.

Contohnya begini,

Seorang lelaki berhidung belang sedang dinas luar kota, katakanlah Surabaya. Ia hendak melacur ke Gang Dolly sementara istri di Jakarta bersama anak-anak dan pembantunya. Ia tahu benar apa yang harus dilakukan untuk membuat istrinya senang dan tenang, berkirim kabar tepat sesaat sebelum ia masuk kamar; berasyik-masyuk dengan PSK yang sudah telanjang.

?Halo, Sayang!?
?Ya, kamu dimana??

?Oh .. hmmm.. aku mau ketemu pejabat dearah dulu nih! Paling cuman satu jam-an trus abis itu mau langsung pulang ke hotel. Nanti kukabari lagi ya!?

?OK baiklah??

Lalu sang PSK datang menghampiri, menggandeng tangannya masuk ke kamar. Ia, si pria hidung belang tadi tak lagi merasa punya tanggungan untuk mengirimkan ?I?ll keep you updated? untuk setidaknya satu jam ke depan karena yang pertama, ia yakin, ?pertarungannya dengan sang PSK tak kan lebih dari satu jam? dan yang kedua dan ini yang paling penting, sebuah pemakluman bahwa ia akan ?tak berkabar selama satu jam ke depan? telah tersampaikan dengan baik kepada istrinya di rumah.

Ah, untung cerita barusan hanyalah rekaan?

Sebarluaskan!

17 Komentar

  1. I?ll keep you updated, mas bro! :)

    Balas
    • Siyaaapp :)

      Balas
      • kirain udah ada apdetan baru yang interpiyu2 itu ;p

        Balas
        • Hahahahha, sebenarnya udah mau nulis, trus ada yang DM bilang “hold on!” :)

          Balas
    • Yes please, Kakak Bro! :)

      Balas
  2. Ndak cuma klien, ke bos pun harus selalu keep update the progress.

    Balas
    • Lha kalo bos ya jelas, kalo nggak update ya nanti tiba-tiba dapet update dari boss, “Yak, kamu dipecat!” :)

      Balas
  3. Contoh cerita di atas bikin saya pengen ketawa.

    Btw, mungkin ini ada hubungannya juga dengan materi matakuliah “Interaksi Manusia dan Komputer” yaitu pentingnya user friendly bagi setiap aplikasi, contoh nyatanya adalah bagaimana aplikasi selalu bisa memberikan informasi terkini tentang apa yang terjadi di belakang layar.

    Dan sebenarnya menurut saya dalam hal komunikasi sehari-hari pun kita perlu melakukan hal yang sama. Misalnya ketika menerima sms dari seseorang, walaupun isinya cuma pemberitahuan, kita tetap perlu membalasnya setidaknya dengan “ok” sebagai tanda bahwa kita telah menerima sms tersebut.

    Balas
    • Wah… mata kuliah IMK ya? :) Hahahahah kamu memang IT banget, Bli :)

      Balas
  4. Tak cubane contoh e kuwi mas, I?ll keep you updated.

    Balas
    • Contoh yang mana? Yang ke Gang Dolly? Buruan sebelum ditutup Risma ;)))

      Balas
  5. mas, cara ngirim link ke dasboard blog orang itu gimana caranya? soalnya saya sering mendapati link blog ini di dashboard blog saya. saya penasaran ingin tahu gimana caranya.

    Balas
    • Wah saya beneran ndak tau… anda dapatnya di dashboard dimana?

      Balas
  6. don, tulisanmu ini mengingatkanku untuk menulis email kepada salah satu klienku. barusan kukirim emailnya, dan aku mendapat jawaban yang cukup menyenangkan. :)

    *komentarku ra nyambung ketoke yo hehehe*

    Balas
    • Nyambung lah.. email kan memang sarana dinggo keep up-to-date. Malah komenku iki ketoke sing ora nyambung :)

      Balas
  7. bener itu cuma rekaan? Kok sama ya rekaan kita? hahaha
    satu jam kelamaan kalo Gang Dolly. setengah jam aja :P

    Balas
    • Rekaan, setidaknya bagi diriku.. prinsipku selalu satu, merengkuh kenikmatan itu nggak harus bayar hahahaha :)))

      Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.