Ikut Tuhan. Untuk apa? Dapat apa?

5 Sep 2019 | Kabar Baik

Aku selalu penasaran terhadap para murid Yesus; apa untungnya ikut Tuhan dengan meninggalkan segala sesuatunya? Hal ini seperti yang ditulis Lukas dalam ayat terakhir Kabar Baik hari ini, ?Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.? (lih. Lukas 5:11)

Semua ditinggalkan termasuk keluarga hanya untuk mengikutiNya. Nggak dapat duit, jarang kontak keluarga, fokus hanya kepada Dia. Waktu tekanan makin kuat terhadap Yesus datang dari para ahli taurat dan kaum Farisi, mereka kena imbasnya juga. Gerak-gerik mereka diamati. Memetik buah di hari Sabat diprotes keras (lih. Lukas 6:1-5). Tidak berpuasa, pun dinyinyirin (lih. Lukas 5:33-39)

Saat Yesus mengalami masa sengsara, mereka ketakutan dan berlarian kecuali Yohanes yang setia, Maria Magdalena dan Maria, IbuNya. Ketika Yesus wafat dan bangkit dari mati, mereka dituduh menyembunyikan jenasahNya. Waktu akhirnya Roh Kudus turun dan mereka mulai menyebar untuk mengabarkan Injil, mereka dikejar-kejar untuk dibunuh. Dan akhirnya satu-per-satu dari mereka memang mengalami kematian yang mengerikan kecuali Yohanes.

Kembali ke pertanyaan awalku, apa untungnya ikut Tuhan?

Bukankah kalau mereka menolak untuk mengikuti Yesus, hidup mereka akan baik-baik saja? Bahagia bersama keluarga, beragama seperti biasa di tempat ibadah-tempat ibadah Yahudi, lalu mengalami masa tua dengan tenang hingga akhir hayat.

Lagi-lagi, apa untungnya?

Apa mungkin karena mereka ingin melihat Yesus menjadi mesias yang nantinya akan mengakhiri penjajahan Romawi dan jadi Raja Yahudi? 

Apa mungkin karena mereka ingin mendapatkan kebahagiaan abadi di surga? Barangkali iya juga.

Bersyukurlah karena Kabar Baik hari ini memberikan jawabnya.

Motivasi mereka, setidaknya Simon Petrus, bukan pada imbalan yang akan mereka dapatkan. Motivasi Simon untuk ikut Yesus justru karena ia yang merasa berdosa tapi Tuhan sudi mendatangi dan mengajak untuk mengerjakan pekerjaanNya yaitu menjaring manusia. (lih Lukas 5:8 – 11). Dengan kata lain, Simon ikut Tuhan karena ia ingin membalas kasihNya karena Dia lebih dulu mengasihi Simon.

Hal ini membuatku berkaca, apa motivasiku untuk ?ikut Tuhan? sudah seperti itu?

Atau jangan-jangan aku mengikuti Tuhan hanya supaya selamat masuk surga tanpa mau mengerjakan keselamatan di dunia? Adakah aku ikut Tuhan hanya supaya aku sejahtera di dunia?

Atau jangan-jangan? jangan-jangan aku belum ikut Tuhan? Hanya tampaknya saja aku sudah ikut padahal aku masih berdiam dengan segala sesuatu keduniawian yang kubangga-banggakan?

Sydney, 5 September 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.