Ijin Tuhan

5 Apr 2019 | Kabar Baik

Dalam Kabar Baik hari ini, Yohanes melukiskan bagaimana ?orang-orang Yerusalem? berusaha menangkap Yesus tapi tak ada seorangpun yang menyentuh Dia sebab saat-Nya belum tiba. (bdk Yoh. 7:30)

Bagaimana kalian membayangkan adegan ini terjadi?

Adakah seperti dalam film-film action Hollywood? Orang yang hendak ditangkap berkelit naik di atas atap lalu melompati gedung0gedung yang lain dan naik sepeda motor, kejar-kejaran di jalanan ramai hingga akhirnya lepas dari intaian?

Atau, adegannya agak sedikit melibatkan ?magic? dimana yang dikejar tiba-tiba bisa menghilang di titik yang satu lalu muncul di titik yang lain sehingga benar-benar tak terkejar?

Ijin kejadian

Kita tak tahu.
Dan aku yakin bukan itu yang dikehendaki Roh Kudus melalui tulisan Yohanes untuk kita ketahui dan renungi. Intinya barangkali adalah segala sesuatu yang terjadi itu butuh ‘ijin kejadian’ dari Tuhan.

Aku pernah kenal dekat dengan seorang pejuang revolusi kemerdekaan Indonesia yang tinggal di Australia. Ia baru meninggal beberapa bulan lalu dalam usia lanjut karena ?sakit tua?.

Saat datang ke acara perkabungan untuknya, dengan seorang kawan lain aku berujar, ?Hebat kawan kita ini. Melalui banyak pertempuran fisik di Surabaya, Madiun lalu dibuang dan diasingkan dalam penjara yang pasti penuh ancaman tapi tetap selamat hingga kemarin akhirnya meninggal??

Lalu kawanku menanggapi, ??Ya begitulah. Mau bagaimana lagi waktunya saat itu memang belum tiba?? 

Beda lagi dengan kawan yang lain.

Ia menikah sejak akhir tahun 90an dan tak kunjung dikaruniai keturunan. ?Padahal kata dokter kami berdua normal?? Lalu istrinya menimpali, ?Mungkin belum waktuNya??

Dan tempo hari aku melihat di laman Facebook, ia menggendong orok merah yang ternyata adalah anak kandungnya. Segera aku mengirim pesan mengucapinya selamat, ?Selamat, Brur! Setelah sekian tahun, benar kata istrimu, waktuNya saat itu belum tiba dan sekarang sudah datang!?

Atau pengalamanku sendiri.

Tahun 2015 silam aku pernah diangkat jadi ketua panitia seminar rohani di Sydney. Persiapannya memakan banyak waktu dan tenaga padahal di saat yang bersamaan, suasana kerja di kantor sedang sangat tidak enak.  Di sela-sela kesibukan, akupun berusaha mencari pekerjaan di sana-sini. Tapi uniknya aku tak kunjung mendapatkannya padahal biasanya cukup mudah. 

Barulah ketika seminar rohani digelar beberapa bulan kemudian, sesudahnya aku mendapat pekerjaan.

Di titik itu aku tersadar dan semakin percaya bahwa sejatinya tak ada satupun? sekali lagi, tak ada satupun hal-hal yang terjadi di dunia ini yang tak lepas dari ijin Tuhan. Sebaliknya, ketika sesuatu belum terjadi padahal secara logika harusnya terjadi, hal itu berarti memang tidak/belum dikehendakiNya untuk terjadi.

Pilpres

Ngomong-omong, kalian siap untuk menghadapi siapapun yang pada akhirnya terpilih dalam Pilpres dan Pileg, 17 April 2019 nanti?

Makanya jangan terlalu mencinta calon unggulan kita dan jangan pula terlalu membenci calon ?sebelah?. Kenapa? Kalau yang sebelah diijinkan menang oleh Tuhan, siap-tak-siap kalian harus siap!

Bener nggak?

Sydney, 5 April 2019

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.