Pernah kutanya, “Kamu orang katholik atau orang Indonesia?”
Lantang ia, seorang garis keras, menjawab, “Katholik!”
“Kenapa bukan orang Indonesia?” tanyaku.
“Ya, kebetulan saja tinggal di Indonesia!” jawabnya.
“Kenapa kebetulan Indonesia? Tak kebetulan Katolik?” lalu terdiam.
Orang begitu bangga berdiri di balik identitas agama sementara nasionalisme adalah keusangan.
Lain cerita. Orang menindas umat agama lain karena dendam yang salah jurusan, “Di belahan dunia lain, orang-orangmu menindas orang-orangku, Sob!”
Padahal, bukankah kamu adalah orangku juga karena kita sama-sama Indonesia dan mereka, apapun agamanya bukanlah orang kita karena mereka bukan sebangsa?!
Yang lain lagi.
Seorang silent majority berkomentar, ?Ngapain bantu gereja yang terusir kalau orang-orang Kristen sendiri diam tak mau bantu?”
Terlepas dari kristen atau tidaknya, bukankah kita harus bantu sesama untuk beribadah karena undang-undang tak mengkhususkan hanya orang beragama tertentu yang boleh membantu pemeluk agama tertentu saja?
So, selamat hari Kebangkitan Nasional meski tak tau apa lagi yang mesti dibangkitkan?
Tinggalkan Balasan