Ia belum bangkit, Ia masih mati

31 Mar 2018 | Kabar Baik

Suatu waktu dulu? dulu sekali, aku melihat kawanku sesenggukan saat kami sama-sama menghadiri ibadat Jumat Agung di Gereja.

?Woy, ngopo kok nangis?? tanyaku.

?Sedih? Yesus mati?? jawabnya terpatah-patah.

Aku diam.
?Kamu nggak sedih, Don?? tanyanya.

Aku menggeleng, senyum tersungging karena aku tahu ia pasti tak suka dengan ini.

?Kamu nggak suka?? tanyaku memastikan.?Kini giliran ia yang menggeleng. Nah, bener kan!

Aku tersenyum? ?Tahu ngga kenapa aku nggak sedih???Ia mengangkat bahu.

?Tiga hari lagi Dia bangkit kok???Kawanku tadi lantas mencubitku.

Berbahagialah kita yang tahu dan percaya pada apa yang ditulis dalam Kabar Baik tentang kebangkitanNya, tiga hari sesudah kematian.

Tapi bayangkanlah para murid dan pengikut Yesus sesaat setelah Ia wafat dan dikubur pada Sabtu Sepi seperti hari ini?

Sedih? Pasti! Gurunya mati!

Takut? Pasti! Barangkali hari ini atau luas giliran mereka yang ditangkap lalu dibunuh secara mengerikan seperti Sang Guru.

Kuyakin tak sedikit pula dari mereka yang lantas berbalik arah untuk tak lagi percaya, ?Kenapa harus dipercaya lha wong Dianya sudah mati kok? Tuhan kok mati??

Mengaktualisasikan ?Sabtu Sepi/Sunyi? dalam konteks zaman now adalah dengan merefleksikan sikap hidup dalam diri saat menanti dalam pengharapan yang seolah sudah tak tampak benar.

Meski hidup ini sejatinya sudah bukan ?sabtu sepi? lagi karena Yesus telah bangkit, tapi dalam titik-titik tertentu, kita merasakan ?Sabtu sepi? seolah kembali. Harapan yang sudah kita nanti-nantikan hilang dari pandangan. Sedih, takut, terkucil bahkan merasa tak lagi percaya adalah sesuatu yang wajar! Tapi belajar dari para murid yang tetap setia melewati Sabtu sepi, mari kita mendalami dan meresapi makna kesepian dan kesunyian sabtu ini.

Semoga kita semakin dikuatkan di dalamNya sembari?mendoakan mereka yang sedih, takut, terkucil hingga yang telah berpaling dan merasa telah kehilangan Yesus dalam hidupnya?

Sydney, 31 Maret 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.