Hukum Allah atau hukum manusia? Kenapa tak dua-duanya saja?

6 Feb 2018 | Kabar Baik

?Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”
(Markus 7:6-7)

Kalau boleh mengintisarikan Kabar Baik hari ini, apa yang dimaksud Yesus adalah, mengikuti hukum adat-istiadat tentu boleh saja tapi tanpa menyadari dan memaklumi sumber dari segala sumber hukum yaitu hukum Allah sendiri, semua itu jadi sia-sia belaka.

Apakah Hukum Allah itu? Yang terpenting, menurut Markus ada dua:

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan? hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Markus 12:30-31)

Orang-orang Farisi dan ahli Taurat dalam Kabar Baik hari ini ditegur amat keras oleh Yesus sebagai angkatan munafik karena mereka menafikan dua ajaran utama Allah tersebut di atas dan lebih mementingkan adat-istiadat yang mereka pegang teguh.

Sebuah kejadian yang terjadi pagi tadi terhadap kawan lamaku seolah melengkapi permenunganku hari ini.

Kawanku ini seorang wanita yang baik budinya. Ibu dari seorang anak yang lucu, istri dari seorang suami yang bersahaja.

Entah bagaimana awal-mulanya, di salah satu kanal social media, ia di-bully orang-orang karena pakaian yang ia kenakan menurut orang-orang itu bukanlah pakaian yang layak dikenakan kaum wanita dalam agama mereka.

Padahal kawanku ini tak telanjang, tak pula tampil seronok. Ia bersahaja seperti suaminya namun orang-orang itu seperti kehilangan urat malu, tak sungkan menyerang dan menghakimi.

Dari percakapan yang kubaca itu tampak jelas bahwa orang-orang yang menyerangnya hanya mendasari pada aturan dan aturan. Saking serunya memegang aturan, mereka sampai lupa untuk menjalankan aturan yang ada di atas segala macam aturan yaitu aturan kasih Allah itu sendiri.

Tapi bagaimana aku bisa tahu bahwa mereka tak menjalankan aturan kasih?

Simply karena yang namanya aturan apalagi aturan agama yang berasal dariNya itu tidak menghakimi bahkan terhadap para pelanggarnya sendiri?

Sydney, 6 Februari 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.