Huh! Kamu ngabari cuma kalau pas butuh aja!

28 Feb 2022 | Cetusan

Hidup ini rasanya bakalan lebih indah kalau ketika seorang kawan yang udah lama nggak berkabar lalu kamu memilih untuk tidak menghujaminya dengan…“Huh! Kamu ngabari aku cuma kalau pas lagi butuh aja!”

Padahal kalau mau dibalik, kawanmu itu bisa saja membalas, 

“Bersyukurlah kalau aku butuh kamu! Karena kamu lebih buruk dariku! Butuh-nggak-butuh ya tetap nggak telpon dan nggak ngabari aku!”

Aku sering dibegituin eh dibegitukan… entah kalian!

Tapi kalau kita pikirkan, statemen nyinyir yang dikatakan teman itu sebetulnya bener banget loh! Bahwa seseorang digerakkan oleh rasa butuh maka orang itu bergerak.

Butuh uang?
Bekerja!

Butuh sehat?
Ke dokter atau minum obat!

Butuh berteman?
Berkabar! Jadi kawan tadi memang butuh, butuh berteman maka berkabar. Justru kalau nggak butuh apa-apa lantas seseorang menghubungi, menurutku itu aneh bin ajaib banget.

Contoh keanehannya begini…
Di satu pagi yang sejuk kamu mengirimkan pesan ke mantan pacar, “Hey, pakabar?”

“Ya, ada apa?” balas mantan.
“Hmmm, nggak ada apa-apa.” ungkapmu.

Trus mantan menjawab, “Kalau nggak ada apa-apa kenapa masih menghubungi? Kan kita udah putus!”

Trus kamu masih membalas lagi,  “Aku menghubungimu justru ketika nggak butuh apa-apa supaya nanti kamu nggak bilang, ‘Kamu ngabari aku cuma kalau pas lagi butuh aja!’

Aneh, kan?

Lagian kalau niatnya mau nyentil soal “menghubungi hanya waktu butuh” kayak gitu, ada banyak cara yang lebih elegan kok.

Kawanku menggunakan kalimat, “Siap nunggu perentah, Juragan!” setiap aku menelponnya. Bagiku itu lebih lembut daripada “Kamu telpon cuma waktu ada butuhnya aja!”

Atau kawan lain dengan sok genit (padahal cowok) bilang “Halo Bapak, ada yang bisa kubantu?” ala-ala customer service gitu!

Eh soal “Ada yang bisa kubantu” aku punya cerita lucu dari seorang kawan lama.

Suatu pagi dia horni lalu nonton bokep. 
Segera sesudah bokep tertuntasi, ia buru-buru telepon pacarnya lalu bilang, “Say…hehehe… aku abis nonton bokep!”

Trus pacar temanku itu  bilang,
“Ya, Say! Ada yang bisa kubantu?” ala-ala customer service gitu!

Temanku tiba-tiba tersinggung dibegituin. Dia ngambek lalu buru-buru bilang, “Engggg.. nggak usah! Aku bisa sendiri!” 

Tutup telepon dia lalu ngeloyor ke… kamar mandi untuk menyelesaikan semuanya seorang diri!

Di titik ini, temanku-yang-ngebokep-di-sebuah-pagi-yang-horni itu mematahkan apa yang dikatakan kawanku lainnya di kalimat pertama postingan ini bahwa nggak semua kebutuhan harus diselesaikan dengan bantuan orang lain bahkan pacarnya sendiri. Mandi di kamar mandi adalah salah satunya…

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.