Berita kematian Sang Djenderal Besar ternyata tak berhenti meski lepas sudah dari masa perkabungan nasional.
Sore tadi, seperti minggu yang sudah-sudah, aku membeli TEMPO (majalah) dan ternyata eh ternyata, majalah kesukaan saya itu mengulas lagi secara khusus tentang beliau.
Covernya sangat menarik! Last Supper, tapi kali ini bertengger keluarga besar Sang Djenderal sebagai pengganti Yesus dan para rasul.
Aku tak sabar untuk membaca tulisan demi tulisan yang sepertinya memang dibuat benar-benar khusus itu.
Tapi eh tapi, memang bener lho tampaknya sebagian dari bangsa ini masih belum terlalu bisa melepas Sang Djenderal pergi yah.
Kalau di beberapa media dilaporkan masih ada bendera setengah tiang berkibar pada h+8, lha di Jogja juga iya jhe.
Beberapa masih bersetengah tiang.
Aku jadi berpikir, setengah tiang itu karena masih berduka, atau karena lupa cara menghitung hari seperti kita terkadang lupa untuk tetap proporsional bolehnya menilai
jasa maupun kesalahan seseorang meski ia telah meninggal?
Hormat, Jenderal!
Tinggalkan Balasan