
Sebenarnya tak ada yang menakjubkan dan mengkagetkan dengan potongan berita di atas.
Bukankah memang sudah seperti itu tabiatnya?
Lagu Rasa Sayange, Batik,
Reog Ponorogo, angklung, pulau-pulau, blok-blok kilang minyak…
dan sekarang kayu.
Aku pernah berpikir seandainya Candi Borobudur dan Prambanan itu bisa dipindah apa kira-kira
juga akan bernasib sama dengan apa yang tertulis di atas paragraf ini?
Kalau seandainya Bali bisa dibeli atau dipindah apa kira-kira juga akan bernasib sama pula, terampas ?
Tapi kalaupun bisa dipindah akan ditempatkan dimana ya..?
Ah tapi sudahlah!
Untuk apa diributkan lagi? Ada bangsa yang ditakdirkan untuk selalu dijajah..
Ada bangsa yang ditakdirkan untuk menjadi bangsa yang suka berperang…
Ada bangsa yang ditakdirkan untuk menjadi bangsa pemenang teknologi…
Dan banyak bangsa yang ditakdirkan untuk menjadi bangsa dengan banyak sifat-sifat yang lain.
Kita toh tak akan sanggup mengubah takdir seperti itu.
Biarkan dan telan saja… Anggap sebagai satu pemakluman yang memang sayangnya tak akan pernah usai sampai titik punah nantinya.
Lebih baik berlatih untuk selalu bersikap legowo, yang siap menerima nasib kalau ada sesuatu yang dirampas daripada kita ketimbang terus menggerus mereka lewat tulisan-tulisan seperti itu.
Keyakinanku berkata demikian karena mereka tak lagi peka untuk hal-hal seperti ini sama halnya dengan kita yang terkadang juga tak peka terhadap hal-hal pelik lainnya.
Btw, teman-teman…
Saya sedang berpikir apa bedanya antara nyolong, nyuri serta ngerampok ya ?
Ada yang tahu ?
Seingat saya nyolong sama dengan nyuri.. mengambil sesuatu yang bukan miliknya
Tapi kalau ngerampok berarti mengambil sesuatu secara blak-blakan mengandalkan kekuatan dan gertakan.
Apa betul demikian ?
gambar diambil dari sini
Tinggalkan Balasan