Haruskah menjadi lawan hanya karena beda pilihan?

23 Mei 2018 | Kabar Baik

Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. (Markus 9:40)

Pesan Yesus hari ini singkat, padat, jelas! Siapa yang tidak melawan, ia ada di pihak kita. Titik beratnya bukan pada ?siapa? tapi lebih pada apa yang dikerjakan yaitu ?melawan?.

Kalau pada akhirnya melawan, perlawanan itu tidak berarti memusnahkan lawan. Melawan setidaknya adalah membuat yang kita lawan tahu bahwa kita tak setuju dengan yang dilakukannya.

Hari-hari ini, jurang pemisah antara kita rasanya semakin lebar seiring maraknya event yang bertajuk pemilihan kepala daerah, wakil rakyat dan nantinya presiden. Mereka menamainya sebagai pesta demokrasi meski bagiku justru ironisnya, kenapa untuk sebuah pesta, harga yang dibayar terlalu mahal termasuk retaknya sebuah hubungan antar-anak bangsa?

Yang lantas menjadi semakin runyam, jurang yang dipakai untuk memisahkan tak melulu pada perbedaan tokoh yang hendak kita pilih tapi juga melibatkan perbedaan fundamental, suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA).

Sebagai umat Tuhan, kita diajak untuk peka dan berhati-hati menanggapi fenomena ini, perlukah kita menambah lawan hanya karena sebuah pesta demokrasi seperti ini? Masing-masing pilihan menawarkan cara terbaik supaya bangsa dan negara ini mencapai tujuan mulianya secepat dan sebaik mungkin.

Kita boleh berbeda tapi tak harus menjadikan mereka yang berbeda itu lawan kita! Karena berbeda tak melulu harus berlawanan. Berbeda itu perkara sudut pandang. Perbedaan ada bukan untuk disamakan tapi harus bisa hidup bersama-sama karena tak ada satupun yang sejatinya sama di dunia dan hidup ini.

Dalam hal ini, aku sepakat dengan apa yang pernah dikatakan Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta.

?Lawan badminton adalah teman berolahraga, Lawan debat adalah teman berpikir. Kita bisa jadi kawan bisa jadi lawan tapi akan selalu tetap jadi teman.?

Melawan karena beda pilihan adalah berproses bersama untuk mendapatkan yang terbaik. Sekeras apapun proses itu, tetaplah berkawan!

Jadi, jangan buru-buru nge-block WA, jangan cepat-cepat mencet tombol unfriend di social media dan berhentilah mengujarkan kebencian antar sesama?

Kalem aja?

Sydney, 23 Mei 2018

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.