Haruskah kita berbahasa roh untuk bisa memahami Roh Kudus?

21 Okt 2017 | Kabar Baik

Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.”
(Lukas?12:12)

Kepercayaan terhadap Roh Kudus termaktub dalam Syahadat yang kita ucapkan setiap kali mengikuti perayaan ekaristi. Tapi seberapa percaya kita bahwa Roh Penghibur itu ada dan mempengaruhi hidupmu?

Bagiku, percaya terhadap sesuatu itu menuntut kita untuk setidaknya paham terhadap apa yang kita percayai. Lantas bagaimana memahami Roh Kudus sehingga Ia ?layak kita percayai??

Tapi bukankah kuasa Tuhan itu tak terbatas, Don? Bagaimana mungkin kita bisa memahamiNya?

Nah justru karena Roh Kudus itu tak terbatas maka pahamilah Ia sesuai keterbatasanmu saja. Pahamilah Roh Kudus dengan cara-cara sederhana dan tak perlu njelimet. Memahami Roh Kudus tak mengharuskan kita bisa berbahasa ?roh? seperti yang kawan-kawan karismatik lakukan. Memahami Roh Kudus juga tak harus dengan ikut seminar-seminar dan retret-retret berseri yang membahas tentang Roh yang kerap diadakan di sana-sini.

Karena kalau begitu bagaimana dengan simbok-simbok buruh angkut pasar yang nggak punya waktu dan uang untuk duduk manis ikut seminar dan retret tentang Roh? Adakah berarti mereka tak berhak dan tak bisa memahami Roh Kudus sesuai keterbatasannya kalau begitu?

Aku ingin menutup renungan ini dengan cerita singkat. Dulu, kawanku seorang pastor pernah memberitahu pengertian yang singkat tentang Roh Kudus. Baginya, kalau kita berpikir, berkata dan berperilaku baik, kita telah mengikuti apa yang diajarkan Roh Kudus.

Jadi jangan mulai dari yang njelimet apalagi sulit. Pikirkan, katakan dan berperilakulah dengan baik maka kita menerima dan memahami serta percaya ajaran-ajaran Roh Kudus itu sendiri.

Mudah, kan?

Sydney, 21 Oktober 2017

Sebarluaskan!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.