Hari yang harus dijalani serandom-randomnya…

2 Jan 2024 | Cetusan

Nggak semua hari itu harus dilalui dengan penuh perhitungan, keseriusan; tak pula perlu harus dihitung berapa untung-ruginya. Salah satu hari itu adalah hari pertama di setiap tahun baru.

Di hari pertama 2024 kemarin, kami memulai hari sekitar jam sepuluh pagi. Malamnya kami tak kemana-mana. Nonton Netflix sambil menunggu malam pergantian tahun. Selepas tengah malam, kami random nge-Youtube hingga tertambat pada dokumenter tentang kerajaan Surakarta dengan berbagai macam konfliknya. Random banget, kan? Jam tiga subuh baru kami tidur.

Sekitar jam dua belas siang kami memutuskan keluar rumah. Cari makan. Makan pun cari yang gampang. Fastfood. Elodia membeli makan siang di McDonalds, Odilia memilih Hungry Jack sementara aku dan Joyce ke Red Rooster. Tiga restaurant itu letaknya ada di satu kompleks, sebelah-menyebelah.

Menikmati makan siang di mobil sambil ngobrol ngalor-ngidul, kami pergi ke Blue Mountain, dataran tinggi di sisi barat kota. Sebetulnya Joyce mengajukan ide untuk pergi ke pantai buatan yang ada di Penrith, tak jauh dari rumah. Tapi aku menolak karena tak bisa membayangkan tempatnya pasti akan ramai dan harus basah-basahan di hari pertama tahun yang baru itu terlalu serius untuk dilakukan. 

Tentang Blue Mountain sendiri, di Hari Natal yang lalu, kami sebenarnya sudah pergi ke sana bersama keluarga kawan dekat yang datang berkunjung dari Melbourne. Tapi atas nama kerandoman, apa salahnya pergi ke sana lagi, kan?

Perjalanan ke Blue Mountain ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam. Panorama nan indah dengan jalan berkelok-kelok menanjak sementara petunjuk suhu udara di dashboard mobil angkanya kian turun seiring menebalnya kabut di kanan-kiri. 

Sampai di Blue Mountain suasananya cukup lengang. Kami parkir lalu jalan kaki di kawasan pertokoan yang beberapa diantaranya tutup karena tahun baru. Memperhatikan barang-barang antik yang dijual, mampir ke warung bubble tea lokal sementara aku memotret hal-hal random yang asik untuk dipotret di jalanan. Satu jam ada di sana kami lalu bergegas pulang karena kabut kian tebal. 

Sepanjang perjalanan pulang kami ngobrol sekenanya, kalau gak ada yang perlu diobrolin ya nyanyi-nyanyi sendiri saja sambil celingak-celinguk lihat pemandangan jalan sampai akhirnya nemu ide random untuk diomongin.

Hari pertama setiap tahun, sebisa mungkin selalu kuusahakan untuk kujalani seperti itu. Sesantai-santainya… Senyaman-nyamannya dan serandom-randomnya.

Oh ya, ini beberapa hasil jepretanku kemarin…

Sebarluaskan!

2 Komentar

  1. Blue mountain nya koq tidak blue

    Balas
    • Ya kalau jauh kan biru, Masku… kayak Partai Demokrat hahaha

      Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.