
Satu menit hanyalah berarti perubahan satu angka ke depan, misalnya dari menit ke-9 menuju menit ke-10.
Tapi coba bayangkan, dalam waktu tak sampai satu menit, lebih dari tiga tahun yang lalu gempa bumi melantakkan Jogja dan sekitarnya.
Apalah artinya satu hari karena ia pun hanya berarti perubahan satu angka dari hari pertama ke hari kedua misalnya.
Tapi dalam satu hari, meski dalam tafsir hitungan ilahi, terang pada akhirnya dinamai siang dan berhasil dipisahkan dari si gelap malam pada proses penciptaan oleh Tuhan.
Lalu seberapa cepat setahun itu berlalu?
Menurut angka, ia hanya berarti mengganti satu digit terakhir lebih besar dari yang sebelumnya lebih kecil.
Tapi konon ada artis ibukota yang bisa melakukan proses perkenalan-pacaran-menikah hingga akhirnya cerai pada tahun yang sama :)
Menghitung waktu berdasarkan angka hanya akan seperti menuang air di atas pasir.
Semua hilang dalam sekejap, berlalu begitu cepat.
Tapi menggunakan waktu untuk menghitung apa saja yang telah kita lakukan adalah sama seperti kalau kita sedang kebelet buang air besar dan kebetulan WC dipakai oleh saudara kita, begitu lama… membutuhkan kesabaran dan berkesan :)
Jadi, Joyce Taufan-Verdian, istriku yang kinasih!
Seperti apa yang dibilang oleh Abraham Lincoln “And in the end, its not the years in your life that count. Its the life in your years.” maka janganlah kamu pernah merasa tua karena hitungan tahun yang semakin besar, tapi berpikirlah bahwa kamu semakin dewasa dan matang atas segala yang telah kamu lakukan dalam hitungan tahun-tahun tersebut.
Selamat hari jadi, semoga engkau semakin mulia dan dewasa.
Love you, full!
Tinggalkan Balasan