Membaca komentar Mbak Yoga di postingan Hadiah dari Pak Yadi yang berbunyi
“….Nah, berarti mas DV (Donny Verdian -red) ini termasuk orang yang baik…”
Aku jadi berpikir dimana letak korelasi komentar tersebut dengan tulisanku?
Apakah baginya aku ini orang baik karena aku menuliskan bagaimana senangnya perasaanku menerima hadiah dari Pak Yadi ?
Aku orang baik karena aku mau menerima hadiah dari Pak Yadi, orang yang sepersekian wataknya kulekatkan pada sosok Tunggonono itu?
Atau aku orang baik karena Pak Yadi mau memberikan hadiah itu kepadaku karena beliau merasa aku adalah mantan bos yang baik?
Haia, itu semua nggak penting sepertinya, karena diluar sana masih ada dan buanyak orang yang jauh lebih baik terutama karena aku toh masih jauh dari sosok orang yang
benar dan jujur, dua kriteria baik tidaknya orang menurutku. Yang lebih penting untuk kuceritakan di sini adalah bahwa dalam beberapa hari terakhir ini, selain mendapatkan
hadiah dari Pak Yadi, aku juga mendapatkan beberapa bingkisan dari teman-teman dekatku lainnya.

Menulis dengan Gembira
Beberapa waktu lalu aku mendapatkan kiriman buku berjudul Menulis dengan Gembira karya Pak Ersis Warmansyah Abbas, dosen FKIP Unlam
Banjarmasin sekaligus blogger ternama itu.
Kiriman buku cuma-cuma itu diberikan atas undangan pembagian buku gratis pada tulisan beliau, dan karena tertarik,
akupun merespons undangan tersebut. Lalu tak sampai seminggu kemudian, sebuah buku (dan sebuah lagi titipan kawanku, DM) tiba dengan selamat.
Terus terang, dengan mengatasnamakan kesibukan, buku tersebut belumlah sempat kubaca utuh, hanya baru beberapa artikel kutelaah sambil lalu.
Nanti, ketika kesibukan sudah mulai lengang, pasti akan kulahap habis buku yang konon sangat memotivasi kita untuk menulis itu.

Kaos Mike Tyson dan Led Zeppelin
Windy Utari Pattimahu, kawan baikku yang istri Saudara Jivan itu,
pada sebuah sore beberapa waktu yang lalu pernah menelponku.
Ia berkata sedang berada pada sebuah factory outlet di selatan Jakarta sana dan keperluannya menelponku adalah karena ia ingin membelikan kaos untukku.
Tampaknya ia memang tahu benar bahwa salah satu kegemaranku adalah mengkoleksi kaos oblong (tshirt) dengan berbagai macam design dan warna untuk kukenakan pada saat-saat senggangku.
Kemarin sore kiriman dari Windy pun tiba, dua buah kaos yang satu berwarna off-white bergambarkan Mike Tyson vs Michael Spinks, dan satu lagi berwarna cokelat
bergambarkan Led Zeppelin, one of my fav band… hmm after U2, of course :)

Kumpulan Cerpen Perempuan Bergaun Putih
Sehari berselang setelah saya happy-happy memakai kaos baru dari Windy, eh lha kok tadi pas sampai kantor diberitahu oleh front officer kalau aku dapet kiriman lagi.
Pas kubaca pada amplop berwarna cokelat, tertera nama Sawali. Aih, aih, aih… Pak Guru!
Ya, beberapa waktu yang lalu aku berhasil menarik hati Pak Sawali Tuhusetya, pak guru yang blogger itu, dengan membuat satu paragraf sebagai balasan tantangan beliau untuk melanjutkan
cerpen yang dibuatnya. Hadiah untuk 10 pembuat paragraf terakhir terbaik versi beliau akan mendapatkan buku kumcer (kumpulan cerpen) karya beliau yang bertajuk Perempuan Bergaun Putih.
Segera saja buku kumcer itu, sesudah kufoto, kuletakkan pada baris kedua di bawah “Menulis dengan Gembira”-nya Pak Ersis yang datang lebih dulu
sebagai tanda bahwa aku harus melahap dua buah buku karya sahabat mayaku itu.
So, terimakasih untuk Pak Ersis, Windy dan Pak Sawali yang telah dengan tulus serta ikhlas mau bersusah payah untuk memberikan hadiah terbaik bagiku.
Sungguh, sebenarnya apa yang diungkapkan Mbak Yoga di atas tak terlalu pantas untuk dilayangkan padaku melainkan untuk panjenengan semuanya!
Tuhan memberkati Anda semua!
Tinggalkan Balasan